Komoditas Pertanian Lampung Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Senin, 07 Agu 2023, 00:02 WIB

BANDARLAMPUNG - Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, mengatakan provinsi yang dipimpinnya merupakan salah satu daerah penghasil komoditas pertanian strategis yang menjadi pendukung ketahanan pangan nasional.

"Provinsi Lampung memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa, mulai dari hasil laut sampai pertanian. Keunikan alam Lampung membuat provinsi ini memiliki komoditas unggul yang melimpah. Tanahnya yang subur membuat apa saja yang ditanam memiliki kualitas baik," kata Gubernur Arinal, di Bandarlampung, Sabtu (5/8).

Ket. Foto: Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi — Sumber: ANTARA

Selain pangan, katanya, komoditas unggulan Lampung lainnya yaitu sektor perkebunan menyumbang nilai ekspor yang tinggi dan secara langsung membantu perekonomian negara.

Seperti dikutip dari Antara, Arinal mengatakan komoditas unggulan perkebunan Lampung, antara lain kopi robusta, lada hitam, kakao, karet, kelapa dalam, kelapa sawit, dan tebu.

Namun menurut Gubernur, sinergi dan konsolidasi segenap pihak, tetap harus dilakukan secara simultan, baik di sektor hulu maupun hilir, karena masih ada tantangan dan hambatan yang harus dihadapi dalam mewujudkan sistem perekonomian yang stabil dan berkelanjutan.

"Saya berharap semua stakeholder memberikan masukan dalam rangka mendorong dan menjaga pertumbuhan ekonomi Lampung, khususnya terkait upaya-upaya yang dapat memacu peningkatan komoditas unggulan Lampung," katanya.

Peran Strategis

Pada sisi lain, Arinal menjelaskan Lampung mempunyai peran strategis dalam pembangunan ekonomi baik pada tingkat regional maupun nasional. "Potret perekonomian Lampung menunjukkan tren positif, bahkan pada triwulan II tahun 2022, pertumbuhan mencapai 9,12 persen (q-to-q) dan menjadi yang tertinggi se-Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan I secara tahunan tumbuh lebih tinggi dari rata-rata Sumatera, dan untuk triwulanan Lampung menjadi satu-satunya provinsi di Sumatera yang menikmati pertumbuhan ekonomi positif, sementara sembilan provinsi lainnya mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif.

Sebelumnya, Arinal meminta hilirisasi komoditas lokal di daerahnya terus dikembangkan sehingga dapat meningkatkan nilai tambahnya.

"Provinsi Lampung memiliki berbagai komoditas perkebunan, pangan, dan hortikultura yang memberikan kontribusi besar bagi Indonesia. Seperti tebu, lada, kakao, sawit, pisang, nanas, singkong, jagung, padi, dan sayur mayur yang merupakan komoditas unggulan yang ada di Provinsi Lampung," ujar Arinal.

Ia pun meminta upaya lebih fokus dalam pelaksanaan hilirisasi komoditas lokal unggul di daerahnya untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani. "Lampung ini cukup berpotensi, seperti kakao di sini ditanam bahan mentahnya, tetapi pengolahan menjadi cokelat ada di provinsi lain, ini sangat disayangkan. Jadi, semua harus berfokus membicarakan tentang hilirisasi komoditas lokal kita, sebab kalau produk ditangani dengan benar maka akan menambah nilai ekonomi juga," katanya.

Gubernur menambahkan pengelolaan komoditas asli Lampung itu harus terus ditingkatkan dari sisi kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. "Pengelolaan komoditas-komoditas ini perlu ditingkatkan agar kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan meningkat. Selain kuantitas dan kualitas produk, harga komoditas pertanian harus dijaga stabilitasnya agar kesejahteraan petani tidak turun," katanya.

Dalam pelaksanaan hilirisasi komoditas lokal Lampung, dia pun mengajak semua pihak ikut serta dalam melaksanakannya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.