58 Peserta Lulus Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat 2

Sabtu, 05 Agu 2023, 01:10 WIB

JAKARTA - Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kementerian, Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Mustangimah mengatakan, sebanyak 58 peserta telah lulus Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat 2 angkatan 8 tahun 2023. Adapun total peserta PKN tersebut yaitu sebanyak 60 peserta.

"Dalam proses pembelajaran, sejumlah 2 peserta dari lingkungan Kemendikbudristek mengundurkan diri, sehingga yang menyelesaikan sampai akhir pembelajaran sebanyak 58 peserta," ujar Mustangimah dalam Penutupan PKN tingkat 2 angkatan 8 tahun 2023, di Jakarta, Jumat (3/8).

Ket. Foto: Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kementerian, Pendidikan, Kebudayaan  Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Mustangimah — Sumber: Koran Jakarta/Muhamad Ma’rup/Tangkapan Layar

Dia menuturkan, peserta PKN tersebut terdiri dari 39 orang dari Kemendikbudristek dan 21 orang dari luar Kemendikbudristek. Adapun peserta yang lulus dengan predikat sangat memuaskan sebanyak 16 orang dan 42 orang dengan predikat memuaskan.

"Penyelenggaraan PKN tingkat 2 bertujuan untuk mewujudkan pemimpin strategis yang produk atau hasil pengembangan kompetensinya adalah menjamin akuntabilitas jabatan," jelasnya.

Kebijakan Pendidikan

Peserta PKN tingkat 2, sekaligus Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Saryadi, mengungkapkan dalam pelatihan tersebut para peserta menyusun rekomendasi kebijakan terkait pendidikan. Adapun rekomendasi tersebut berasal dari empat tema utama yaitu pertama, peningkatan layanan pendidikan berkualitas dan merata.

Kedua, kata dia, pengembangan dan pemanfaatan kekayaan budaya untuk pengentasan kemiskinan. Ketiga, peran pendidikan tinggi dalam pengentasan kemiskinan. Keempat, transformasi pembiayaan pendidikan untuk pengentasan kemiskinan.

"Mudah-mudahan rekomendasi yang kami sampaikan dapat dimanfaatkan untuk pengambilan kebijakan di masa mendatang," katanya.

Deputi bidang Kebijakan Pengembangan ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN), Muhammad Taufiq, mengatakan, menjelaskan, peran pendidikan sangat penting. Menurutnya, saat ini kemajuan bukan berasal dari pengumpulan kapital, tapi kapasitas sumber daya manusia untuk melakukan perubahan-perubahan.

"Pendidikan sebagai sumber perubahan, sebagai sarana masyarakat untuk maju, sarana membangun kesejahteraan sosial. Untuk itu, pendidikan perlu transformasi," ucapnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.