Perkuat Kerja Sama, Indonesia Tegaskan Perairan Indo-Pasifik Harus Jadi Wilayah Damai

Rabu, 02 Agu 2023, 17:34 WIB

Jakarta - Perkuat kerja sama. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan bahwa perairan Indo-Pasifik harus menjadi wilayah yang damai, karena kaya potensi sumber daya dan merupakan jalur laut paling strategis di dunia.

DalamExpanded Asean Maritime Forum(EAMF) ke-11 yang diselenggarakan di Bali pada Rabu, dia mengatakan bahwa wilayah perairan tersebut tidak boleh digunakan untuk "proyeksi kekuatan yang tidak perlu" atau untuk membangun aliansi untuk menguasai negara lain.

"Perairan kita tidak boleh digunakan sebagai medan pertempuran atau platform untuk melancarkan serangan terhadap orang lain," kata dia melalui pesan video yang diputarkan dalam forum tersebut.

Retno memperingatkan bahwa kegagalan dalam mengelola wilayah maritim dapat mengancam perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik.

"Kita harus menghindari wilayah kita berubah menjadi pusat konflik," ujar dia.

Selama lima dekade terakhir, Retno menjelaskan, Asean telah berupaya untuk mencegah potensi konflik di antaranya melalui kepatuhan terhadap hukum internasional dan arsitektur kawasan yang inklusif.

Untuk itu, konsistensi negara-negara dalam menerapkan hukum internasional termasuk UNCLOS dan aturan main lainnya seperti ZOPFAN, TAC, dan SEANWFZ harus menjadi panduan untuk bergerak maju.

"Semua negara harus dapat merasa aman dan tenteram, bebas dari ancaman kekuatan militer. Wilayah maritim kita harus berkontribusi untuk menjadikan kawasan ini sebagai episentrum pertumbuhan," tutur Retno, mengacu pada tema keketuaan Indonesia di Asean tahun itu.

"Dalam hal ini, kita harus mencari cara dan sarana untuk mengatur perilaku kita di ranah maritim Indo-Pasifik," ujar dia, menambahkan.

Lebih lanjut, Retno menyoroti pentingnya kerja sama di perairan Indo-Pasifik sebagai pendorong untuk membangun kepercayaan dan perdamaian abadi.

Kerja sama tersebut, kata dia, harus diarahkan untuk mengatasi dampak perubahan iklim terhadap laut, polusi dan puing-puing laut, dan kejahatan terorganisir transnasional, sepertiIUU fishing.

Kerja sama juga penting dibangun untuk mengembangkan ekonomi biru, mempromosikan keselamatan maritim, dan mendukung penghidupan masyarakat pesisir.

"Pandangan Asean tentang Indo-Pasifik sangat penting untuk membangun kebiasaan kerja sama di bidang maritim," kata Retno.

EAMF merupakan platform dialog kebijakan dan upaya bersama untuk mengembangkan pendekatan komprehensif terhadap kerja sama dan tata kelola maritim di Indo-Pasifik.

Forum tersebut diikuti oleh 18 negara di bawah mekanismeEast Asia Forum(EAS) yang mencakup 10 negara anggota Asean, serta Australia, China, India, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Rusia, dan AS.

Ket. Foto: Ilustrasi - Kapal induk USS Nimitz (CVN 68), kanan, dan USS Ronald Reagan (CVN 76) sedang melakukan operasi dua kapal induk di Indo-Pasifik sebagai Nimitz Carrier Strike Force. — Sumber: ANTARA/Angkatan Laut AS via ABACAPRESS.COM/REUTERS

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.