BPBD PPU Catat 113 Kejadian Karhutla dengan Luas Lahan Terbakar 199 Hektare

Kamis, 10 Sep 2026, 02:25 WIB

PENAJAM KALTIM - Tim gabungan penanggulangan bencana Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menangani sedikitnya 113 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luasan mencapai 199,79 hektare sepanjang Januari hingga 8 September 2026.

Penanganan karhutla dilakukan bersama unsur terkait, seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), TNI, Polri, relawan dari berbagai komunitas, dan unsur masyarakat.

Ket. Foto: Pantauan udara lahan bekas karhutla di Desa Suko Mulyo, PPU, Kaltim, Rabu (9/9). — Sumber: ANTARA/HO- BPBD Kabupaten PPU

"Data sampai 8 September 2026 tercatat ada 113 kejadian karhutla dengan total luasan sekitar 199,79 hektare," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU Nurlaila di Penajam, Rabu.

Berdasarkan rekapitulasi BPBD PPU, kejadian karhutla tersebar di empat kecamatan, yakni Penajam, Waru, Babulu dan Sepaku. Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 62 kasus dengan luas lahan terdampak 125,97 hektare.

Selanjutnya Kecamatan Babulu tercatat 30 kejadian dengan luas 37,76 hektare, Kecamatan Waru sebanyak tujuh kejadian dengan luasan 22,78 hektare, sedangkan Kecamatan Sepaku terdapat 14 kejadian dengan luas 13,28 hektare.

"Sejumlah kejadian dengan luasan cukup besar terjadi pada akhir Agustus hingga awal September. Di antaranya kebakaran lahan di RT 01 Desa Sesulu, Kecamatan Waru, seluas 8,06 hektare pada 25 Agustus," kata Nurlaila.

Pada periode yang sama, karhutla di RT 01 Desa Sesulu, Kecamatan Waru, tercatat seluas 9,66 hektare pada 28 Agustus. Sementara kebakaran di RT 03 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, pada 19-22 Agustus tercatat mencapai 10,66 hektare.

Memasuki September, karhutla masih terjadi di sejumlah lokasi. BPBD mencatat kebakaran seluas 32 hektare di Jalan Pondok Belanda, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, yang berlangsung pada 1-4 September.

Selain itu, kebakaran di RT 06 Kelurahan Gunung Seteleng pada 4-5 September mencapai 11,18 hektare, sedangkan karhutla di RT 11 Kelurahan Petung pada 5-6 September tercatat seluas 31 hektare.

Pada 7 September, BPBD kembali mencatat empat kejadian karhutla, masing-masing di Kelurahan Riko, Gunung Intan, Kelurahan Riko dan Desa Sukomulyo. Kebakaran di Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, menjadi yang terluas pada hari tersebut, yakni mencapai 10 hektare.

Nurlaila mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca kering. Pencegahan dinilai penting karena sebagian kejadian karhutla terjadi di sekitar permukiman maupun kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar.

Ia juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

  • karhutla
  • penajam paser utara
  • karhutla ppu
  • bpbd ppu
  • kebakaran lahan kaltim

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.