Tangerang Waspadai Penyakit Cikungunya

Selasa, 01 Agu 2023, 04:00 WIB

TANGERANG - Warga Kabupaten Tangerang diminta untuk mewaspadai penyakit cikungunya akibat infeksi virus yang ditularkan nyamuk Aedes Albopictus. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Muchlis, mengatakan penyakit cikungunya saat ini perlu diwaspadai karena sudah ditemukan adanya kasus di beberapa lokasi.

"Jadi, kami minta masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari membersihkan ruangan rumah dan halaman. Jangan membuang sampah sembarangan. Karena sekarang sudah mulai rawan terjangkit penyakit cikungunya dan DBD," ucap Muchlis, Senin (31/7).

Ket. Foto: Ilustrasi: Petugas PMI Kota Tangerang melakukan pengasapan (fogging) di Pinang, Kota Tangerang, Banten. — Sumber: ANTARA/FAUZAN

Menurut Muchlis, gejala cikungunya mirip dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD), seperti mengalami demam atau suhu tubuh panas, pusing, dan nyeri persendian, juga terjadi penurunan trombosit, namun tidak terjadi pendarahan seperti gejala DBD.

Dia mengimbau masyarakat tetap waspada dan peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan menggencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) guna menghindari paparan cikungunya tersebut. "Gejalanya hampir mirip DBDseperti demam dan nyeri persendian, tapi tidak terjadi pendarahan seperti mimisan atau bintik merah di kulit," ucapnya.

Namun hingga kini, Dinkes Kabupaten Tangerang belum dapat menyampaikan jumlah data kasus secara rinci. Dia masih mendata. "Untuk laporan kasus cikungunya ini memang tidak begitu meningkat. Kemungkinan sama dengan kasus DBD seperti tahun sebelumnya," kata Muchlis. Dia juga menambahkancikungunya menjadi penyakit paling rawan terjadi saat perubahan cuaca sehingga masyarakat harus melakukan antisipasi sedini mungkin.

Sebelumnya, terkait masalah perubahan cuaca atau iklim ini sudah diantisipasi Kota Tangerang yang menjadi tetangga Kabupaten Tangerang. Menurut Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, untuk mengatasi dampak perubahan iklim telah dilakukan program "Kampung Proklim" di 412 lokasi.

Dia menjelaskan Kampung Proklim, di dalamnya telah menerapkan program pengelolaan sampah dan pemanfaatan lahan dengan membentuk KWT, juga ada edukasi pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (3R), dan bank sampah.

Untuk bank sampah sudah terbentuk 75 unit, dengan jumlah KWT sebanyak 144 kelompok di 13 kecamatan. Arief mengatakan ini saat menjadi salah satu narasumber dalam acara Webinar Nasional Mitigasi Perubahan Iklim dalam Mewujudkan Resiliensi Kesehatan Masyarakat Era Indonesia Emas 2045, Sabtu.

Selainitu, dia menjabarkan sejumlah upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim, mulai dari pemberian jaminan kesehatan bagi warga, pelayanan kesehatan hingga upaya peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal.

Untuk kesehatan warga telah di-cover dalam program Jaminan Pengobatan Kesehatan Gratis (Jabat Sehat) dan Cageur Jasa yang memberikan pelayanan kesehatan ke rumah. Program Kampung Proklim juga menjadi perhatian, di mana masyarakat secara bahu-membahu memperbaiki lingkungan tempat tinggalnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.