Dinkes Ungkap Penderita Penyakit Tidak Menular di Kabupaten Tangerang Melonjak

Minggu, 14 Jun 2026, 18:22 WIB

TANGERANG - Jumlah warga Kabupaten Tangerang yang menderita penyakit tidak menular (PTM), khususnya hipertensi dan diabetes melitus, masih tergolong tinggi. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menunjukkan ratusan ribu warga telah mendapatkan pelayanan kesehatan akibat dua penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan berdasarkan laporan aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) tahun 2025, sebanyak 262.798 penyandang hipertensi. Sedangkan sebanyak 95.149 penyandang diabetes melitus tercatat berobat ke Puskesmas di Kabupaten Tangerang.

Ket. Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi — Sumber: RRI/Saadatuddaraen

Sementara pada tahun 2026, hingga saat ini Dinas Kesehatan telah melayani 93.924 penyandang hipertensi dan 35.745 penyandang diabetes melitus. “Diabetes melitus dan hipertensi merupakan penyakit prioritas yang menjadi salah satu standar pelayanan minimal bidang kesehatan," ujar dia, Minggu (14/6).

Jumlah kasusnya dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Menurut Hendra, tingginya angka penderita PTM dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Selain faktor keturunan, sebagian besar kasus disebabkan oleh pola hidup yang kurang sehat, seperti minim aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang. Ditambah lagi kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Berdasarkan laporan Standar Pelayanan Minimal (SPM), Hendra mengatakan, jumlah kasus PTM terbanyak berada di Kecamatan Kelapa Dua, Pasar Kemis dan Cikupa. Untuk mengendalikan peningkatan kasus, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang terus memperkuat berbagai program pencegahan dan penanganan.

Mulai dari edukasi kesehatan kepada masyarakat, deteksi dini penyakit tidak menular melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga pelayanan terpadu PTM di puskesmas melalui Integrasi Layanan Primer (ILP). Selain itu, Dinkes juga menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam di sejumlah puskesmas guna memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih dekat dan cepat.

“Kami juga menjalankan program paliatif bagi pasien PTM kronis seperti kanker, stroke dan pasien cuci darah. Agar kualitas hidup mereka tetap terjaga,” kata Hendra.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Tangerang mengambil langkah mengurangi takaran obat bagi masyarakatnya dengan adanya kenaikan harga obat-obatan. Hal ini akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai diantisipasi sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Tangerang.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tigaraksa, Muhammad Faridzi Fikri, mengatakan pihaknya menyiapkan stok cadangan obat. Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang berencana mengurangi jumlah obat yang diberikan kepada pasien.

Fikri mengaku pihaknya telah menerima informasi dari distributor terkait potensi kenaikan harga obat dalam waktu dekat. Meski belum ada rincian resmi, kenaikan harga diperkirakan berada di kisaran 15 hingga 20 persen.

“Kalau melihat nilai dollar saat ini, kemungkinan kenaikannya sekitar 15 sampai 20 persen. Tapi kami belum menerima harga pastinya,” pungkas dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.