- Home
-
- Megapolitan
-
- Bekasi Bantu Pulangkan PMI...
Bekasi Bantu Pulangkan PMI Korban Kekerasan
Senin, 31 Jul 2023, 04:00 WIBBEKASI - Warga Arab Saudi kembali memperlakukan pekerja migran Indonesia (PMI) dengan kekerasan.Pemerintah Kabupaten Bekasi akan turut membantu upaya pemulangan pekerja migran yang diduga telah menjadi korban kekerasan dan perlakuan kasar oleh majikan di negara Arab Saudi, meski belum lama bekerja.
Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, mengaku telah menginstruksikan Dinas Ketenagakerjaan melakukan penanganan persoalan tenaga kerja wanita bernama Aas binti Sajam, warga Kampung Pulo Rengas, Desa Sindangmulya, Kecamatan Cabangbungin.
"Sebetulnya tidak ada pemberangkatan PMI ke Arab Saudi karena ada kebijakan moratorium sehingga tidakdiperbolehkan penyaluran tenaga kerja ke negara Timur Tengah. Namun, ini persoalan kemanusiaan dan harus segera ditangani," katanya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Sabtu.
Dani berkomitmen memastikan keamanan dan perlindungan warga yang bekerja sebagai pekerja migran. Dalam kasus ini, mendatangi alamat korban hingga berkomunikasi dengan pihak berwenang untuk dapat memastikan kondisi dan memberikan bantuan serta dukungan yang dibutuhkan bagi Aas dan keluarga.
"Kami berusaha untuk bertindak secara tanggap dan responsif terhadap kasus-kasus yang melibatkan warga Kabupaten Bekasi yang bekerja di luar negeri, terutama terkait keamanan dan hak-hak mereka sebagai pekerja migran," katanya.
Diketahui, sebuah video beredar luas di media sosial dengan narasi seorang tenaga kerja wanita asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meminta pertolongan kepada Presiden Joko Widodo agar dapat dipulangkan ke Indonesia.Pekerja Migran Indonesia itu bernama Aas binti Sajam warga Kampung Pulo Rengas, Desa Sindangmulya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.
Ia mengaku mendapatkan perlakukan kasar hingga diminta makan sampah oleh majikan.Salah satu perwakilan keluarga Mukti Ali (54) mengatakan Aas berangkat ke Arab Saudi untuk menjadi pekerja migran sejak Maret 2023 menggunakan visa turis oleh sponsor yang tinggal di wilayah Jakarta Timur.
"Jadi berangkat ke Arab saat Ramadan kemarin dengan dijanjikan gaji besar dan pekerjaan enak. Akan tetapi dalam satu bulan terakhir ini, Aas sudah menghubungi keluarga secara diam-diam untuk menceritakan kondisi yang dialaminya," katanya.
Kepada keluarga, Aas mengaku telah diperlakukan kasar dan tidak manusiawi oleh majikannya di Arab Saudi. Kekerasan fisik hingga dipaksa memakan makanan dari sampah mengandung penyakit dialami Aas selama bekerja di sana.Diasaat ini tengah mengupayakan kepulangan Aas ke Indonesia, namun upaya itu masih terganjal beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya adanya ikatan kontrak kerja dua tahun, sementara dia baru bekerja beberapa bulan.
"Maka harus ada ganti rugi. Ini sedang kita urus. Kita tidak sendiri. Ada pihak-pihak terkait yang membantu. Kalau komunikasi keluarga dengan Aas sampai saat ini masih berjalan," kata dia.
- Bekasi
- Pekerja Migran
- Pekerja Migran Indonesia (PMI)
- Pemerintah Kabupaten Bekasi
- Korban Kekerasan
- PMI
- Pekerja Migran Indonesia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Siluman F-35 AS, Pilot Tidak Selamat
-
Perang Iran Hari ke-33 : Apa Saja yang Terjadi?
-
Konferensi pers Menekraf tanggapi kasus Amsal Sitepu
-
Demi Efisiensi Energi, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan
-
The Mummy 4 Resmi Digarap, Brendan Fraser hingga Rachel Weisz Siap Beraksi Kembali
-
Jelang Idulfitri, Kemendag Pantau 550 Pasar di 38 Provinsi
-
Kemenekraf Perkuat Peluang Transaksi UMKM Jelang Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.