Berau Andalkan Fishing Tourism, Bukti Ekonomi Biru Bisa Hasilkan Cuan Berkelanjutan

Selasa, 14 Jul 2026, 18:45 WIB

BERAU – Promosi potensi ekonomi biru menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan sektor seperti perikanan, budidaya laut, pariwisata bahari, dan industri maritim dapat menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing daerah pesisir.

Ket. Foto: Bupati Berau Sri Juniarsih Mas (baju putih) bersama panitia dan perwakilan tim para juara foto bersama saat pembagian hadiah di Pulau Derawan, Minggu (12/7). — Sumber: ANTARA/ HO- Prokopim Berau.

Namun, keberhasilannya bergantung pada keseimbangan antara eksploitasi ekonomi, pelestarian ekosistem laut, dan penguatan investasi serta inovasi teknologi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur mempromosikan kekayaan ekonomi biru dalam pengelolaan kekayaan laut baik perikanan, terumbu karang, wisata bahari, hingga budidaya tambak melalui turnamen fishing tourism yang dikemas dalam Tournament Bupati Cup 2026 Session II.

"Kabupaten Berau memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah, mulai dari perikanan tangkap, budidaya, hingga industri pengolahan hasil perikanan, sehingga ekonomi kerakyatan di kawasan pesisir terus bergerak," ujar Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Berau, Selasa (14/7).

Anugerah alam melimpah ini harus terus dikelola secara bertanggung jawab melalui perlindungan ekosistem pesisir, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penyediaan infrastruktur yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Pemkab Berau juga berkomitmen memperkuat berbagai program strategis, seperti modernisasi alat tangkap ramah lingkungan, pengembangan kawasan budidaya, penguatan UMKM pengolahan hasil perikanan, serta hilirisasi produk lokal.

Langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan sektor pariwisata dan perikanan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, sehingga Berau ke depan tidak mengandalkan pertambangan.

Saat ini, lanjut ia, pengelolaan sumber daya alam secara ramah lingkungan pun telah diterapkan di Berau, salah satunya di Pulau Derawan, sehingga yang perlu diperkuat adalah dari sisi promosi agar dunia mengetahui kekayaan hingga pengelolaan ekonomi yang berdampingan dengan alam di Berau.

Terkait dengan promosi ini, pihaknya telah melakukan dengan berbagai cara, salah satunya lewat Berau Fishing Tournament Bupati Cup. Turnamen tersebut sudah masuk kegiatan kedua tahun ini, yakni digelar dua hari pada Sabtu-Minggu (11-12/7).

Sebanyak 61 tim turut ambil bagian dalam turnamen di perairan Kepulauan Derawan yang memperebutkan total hadiah Rp166,5 juta tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Bali dan Kalimantan Utara, tetapi juga diikuti pemancing dari Malaysia.

"Kehadiran peserta dari luar daerah dan negara lain menjadi bukti semakin besarnya daya tarik Kepulauan Derawan sebagai destinasi sport fishing sekaligus wisata bahari unggulan Kabupaten Berau," ujar bupati.

Turnamen tersebut ia harapkan makin memperkuat daya tarik Pulau Derawan sebagai destinasi wisata bahari dunia, sekaligus menjadi implementasi ekonomi biru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Sementara dari hasil lomba memancing, pada kategori umum, tim Langas FC meraih juara pertama dengan perolehan 74,80 poin dan berhak atas hadiah Rp40 juta.

Posisi kedua diraih Walesta 2 dengan 57,70 poin dan hadiah Rp35 juta, sedangkan juara ketiga diraih Fishermans Dream dengan 56,60 poin dan hadiah Rp25 juta. Ketiga juara juga memperoleh satu unit freezer dari Bupati Berau.

  • ekonomi biru
  • Pemkab Berau
  • fishing tourism

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.