Butuh Komitmen Kuat Percepat Pengembangan EBT

Rabu, 26 Jul 2023, 12:16 WIB

JAKARTA - Pemerintah harus mempercepat kebijakan transisi energi, mengingat kualitas udara di perkotaan besar, terutama Jakarta, makin buruk. Karena itu, dibutuhkan komitmen kuat dari pemerintah untuk mengurangi polusi, terutama dari sumber energi fosil.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan saat ini kualitas udara di Jakarta makin buruk. Buruknya kualitas udara tersebut, lanjutnya, karena sumber polusi makin banyak, seperti dari kendaraan bermotor, emisi, dan gas buang dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di sekitar Jakarta, polusi industri, dan pembakaran sampah.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

"Harus ada komitmen politik untuk mengurangi sumber-sumber polusi, khususnya dari transportasi dan PLTU. Ini harus dilakukan segera karena polusi udara berdampak serius pada kesehatan masyarakat dan biaya kesehatan yang harus ditanggung masyarakat dan pemerintah," ujar Fabby, di Jakarta, Selasa (25/7).

Saat ini, pertumbuhan kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) terkesan lambat. Hingga semester I-2023, kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga EBT baru mencapai 12.736,7 megawatt (MW). Angka tersebut masih jauh dari target bauran EBT terhadap energi nasional sebesar 23 persen pada 2025.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, mengatakan tenaga surya memiliki peran strategis dalam mengakselerasi upaya transisi energi khususnya di kawasan Asia Tenggara (Asean).

"Indonesia melihat surya ini menjadi sumber energi terbarukan yang strategis. Kami ingin melihat energi terbarukan lainnya bisa menyediakan kontribusi yang cukup besar bagi bauran energi kita. Indonesia sudah siap," katanya dalam Indosolar Expo 2023 di Jakarta, Selasa (25/7).

Potensi Besar

Dadan menyebutkan pemerintah terus berkoordinasi dengan banyak pemangku kepentingan untuk menjadikan Asean sebagai hub penting di bidang transisi energi, paling tidak di kawasan Asia, khususnya dengan pengembangan energi surya. Dia mengatakan sebagai negara tropis, Indonesia tidak memiliki isu soal sumber energi matahari.

"Indonesia dan Singapura itu berbagi sumber yang serupa dalam hal sinar matahari. Bedanya cuma di area, kita punya dua juta kilometer persegi, sementara Singapura punya 700 kilometer persegi. Cuma itu bedanya," katanya.

Dadan mengatakan Asean juga punya target porsi energi baru terbarukan (EBT) pada bauran energi sebesar 23 persen sesuai Asean Plan of Action for Energy Cooperation (APAEC). "Ini target bersama, jadi saat ini target kita memberikan kontribusi," katanya.

Dadan menambahkan pasar tenaga surya di kawasan Asean juga tercatat cukup besar seiring dengan banyaknya negara-negara di kawasan ini yang telah memproduksi rantai pasok tenaga surya. Dari total 73 gigawatt kapasitas manufaktur listrik tenaga surya di Asean, saat ini separuhnya dipasok oleh Asean.

"Indonesia juga berusaha memberikan kontribusi yang baik khususnya dalam penyediaan energi berkelanjutan, sehingga isu strategis surya ini bisa dipandang dalam peran Indonesia sebagai Ketua ASEAN," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.