Eksportir Nikel Ilegal Raup Untung Besar

Selasa, 25 Jul 2023, 08:27 WIB

JAKARTA - Posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar global ternyata tak berbanding lurus dengan besarnya ekspor komoditas logam tersebut. RI tak masuk dalam 15 negara eksportir nikel terbesar di dunia, sementara posisi pertama justru dikuasai Filipina.

Padahal, jumlah nikel yang keluar dari RI ditengarai sangat besar. Diduga kuat hal itu disebabkan ulah dari eksportir nikel ilegal. Mereka meraup untung besar dari penjualan komoditas sumber daya alam (SDA) itu di pasar gelap.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Pengamat ekonomi, Salamudin Daeng, mengatakan negara eksportir nikel terbesar di dunia adalah Filipina dengan volume ekspor hanya 350 ribu ton. Padahal, produksi nikel di Indonesia justru sekitar lima kali lipat lebih besar dari ekspor Filipina, yakni sekitar 1,6 juta ton.

"Tetapi dari 15 negara eksportir nikel terbesar di dunia, tidak ada nama Indonesia. RI tidak ada namanya dalam 15 negara sebagai negara eksportir nikel terbesar di dunia. Ini ajaib," tandas Daeng kepada Koran Jakarta, Senin (24/7).

Menurut Daeng, produksi nikel Indonesia merembes ke pasar global secara ilegal. Dugaan tersebut terkait laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu yang mengumumkan adanya ekspor ilegal 5,3 juta ton dari Indonesia.

Berdasarkan hasil kalkulasi Daeng, jika harga nikel 21 ribu dollar per ton, nilai ekspor nikel ilegal sebanyak lima juta ton bisa mencapai 105 miliar dollar AS atau setara 1.576,97 tiliun rupiah (kurs saat ini 15.018,74 rupiah/dollar AS). Menurutnya, angka itu bisa membangun lima ibu kota baru, 100 pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT), dan 50 kilang minyak.

"Ini Indonesia tengah digarong habis habisan. Bagaimana ini bisa terjadi di depan mata, ekspor nikel lima juta ton itu diangkut dengan 5.000 kapal besar melalui selat Malaka," ucapnya.

Audit Total

Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto, meminta pemerintah mengaudit total pengelolaan nikel di Indonesia, sebagai buntut dari temuan KPK soal 5,3 juta ton ekspor nikel ilegal. Sugeng menegaskan nikel merupakan komponen penting dalam energi storage atau baterai, baik itu untuk menyimpan energi maupun kendaraan listrik.

"Maka pengelolaan nikel sudah harus mulai kita audit total. Kenapa? Karena begitu konsep hilirisasi itu hanya meningkatkan dari ore atau tanah, menjadi bahan setengah jadi dan itu langsung diekspor," jelasnya dikutip dari laman resmi DPR RI, Senin (24/7).

Menurutnya, konsep pengelolaan nikel semestinya bukan lagi pada tahap hilirisasi, melainkan industrialisasi. "Seharusnya korporasi-korporasi, yang diprakarsai oleh Antam, misalnya, bermitra dengan yang punya litium, yang punya kobalt. Mendirikan pabrik baterai di sini dengan tahapan utamanya nikel. Mestinya itu. bukan seperti hari ini, dalam konsep hilirisasi dengan hanya smelterisasi yang hanya memproduksi nikel iron, sama juga nikel mart," kata Sugeng.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.