- Home
-
- Megapolitan
-
- Bekasi Diharapkan Jadi KEK...
Bekasi Diharapkan Jadi KEK Pendidikan
Selasa, 25 Jul 2023, 04:00 WIBBEKASI - Dewan Ekonomi Nasional diharapkan menjadikan Kabupaten Bekasi menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pendidikan (KEKP). Tujuannya, dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia unggul dan berdaya saing sektor pendidikan.
Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, menjelaskan KEKP diharapkan mampu membantu perluasan tenaga kerja lokal. Ini merupakanhasil proses pembangunan pendidikan unggul yang dibutuhkan perusahaan di kawasan industri.
"Sebab, Kabupaten Bekasi salah satu daerah dengan nilai pertumbuhan ekonomi terbesar," ujar Dani.
Dia ingin menyejahterakan masyarakat, menciptakan keadilan, serta membuat perubahan dalam menata pemerintahan daerah. Peningkatan kesejahteraan masyarakat, kata dia, dipengaruhi kualitas pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial lain.
Kunci kesejahteraan lainnya, pertumbuhan ekonomi yang bisa diciptakan melalui investasi. Agar terwujud investasi, maka perlu kepastian hukum, jaminan keamanan, serta layanan infrastruktur optimal. "Di sisi lain, saya melihat industri Kabupaten Bekasi, bukan hanya tempat bekerja, namun juga lokasi belajar dan praktik langsung. Sebab kalau di sekolah sifatnya hanya teoritik," katanya.
Dani menilai dengan terwujudnya KEKP Kabupaten Bekasi akan dapat memberikan dampak positif. Hal ini seperti kehadiran sekolah pendidikan berkualitas yang mampu mencetak lulusan unggul. "Para siswa bisa berpraktik langsung di kawasan industri melalui program magang," tandas Dani.
Keluarga Kualitas
Pekerjaan lain, menurut Dani, Kabupaten Bekasi harus menjadi tempat mewujudkan keluarga berkualitas. Ini ditempuh dengan mengoptimalkan peran ayah selaku kepala keluarga. Bapak harus menjadi teladan yang baik di dalam setiap keluarga.
Komitmen itu dicanangkan bertepatan dengan peringatan ke-30 Hari Keluarga Nasional. Acara digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bekasi bertajuk "Peran Ayah dalam Membentuk Keluarga Berkualitas".
Dia mengingatkan ayah harus menjadi pendidik, pendamping, dan rolemodel keluarga. Banyak peran ayah. Ayah harus terus belajar, never ending process. Menurut Dani, dalam membentuk keluarga berkualitas, Kabupaten Bekasi menganjurkan setiap ayah dapat merencanakan memiliki anak sesuai dengan kemampuan ekonomi.
Pemerintah menganjurkan dua anak cukup, meskipun ada hak setiap keluarga untuk berbeda. Terpenting dengan jumlah anak tertentu dipenuhi hak-haknya. Pemkab Bekasi juga sudah menurunkan pendamping lapangan untuk bisa menyosialisasikan program Keluarga Berencana kepada keluarga. Hal ini termasuk dalam penggunaan vasektomi KB bagi laki-laki.
"Kita juga sudah menginformasikan melalui petugas di lapangan sampai ke pelosok untuk bisa menyosialisasikan. Tentu bukan hanya ibu untuk bisa menyukseskan program-program ini," katanya.
Kadis Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bekasi, Firzawati, mengatakan sudah berupaya melalui berbagai program untuk memaksimalkan fungsi anggota keluarga.
- Bekasi
- Pelajar
- KEK Pendidikan
- Penjabat Bupati Bekasi
- Dani Ramdan
- Dani Ramdani
- Fasilitas Daerah
- KEKP
- Kawasan Ekonomi Khusus Pendidikan
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Konferensi pers Menekraf tanggapi kasus Amsal Sitepu
-
Kemenhub Penguatan Keamanan Penerbangan Perintis di Papua
-
Seperti Blok M, Pemprov DKI akan Kembangkan Cawang dan Pasar Baru Jadi TOD Baru
-
Perang Iran Hari ke-33 : Apa Saja yang Terjadi?
-
Pemerintah Kabupaten Batang Datangkan Dua Alat Berat ke Empat Lokasi Longsor
-
Demi Efisiensi Energi, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan
-
Niger Kian Keras Menuding Prancis Upayakan Kudeta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.