Mengenaskan, 4.791 Pendaftar PPDB 2023 di Jawa Barat Ditolak karena Dinilai Curang
Senin, 17 Jul 2023, 15:46 WIBBandung - Mengenaskan, sebanyak 4.791 pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2023 tingkat sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sekolah luar biasa di Provinsi Jawa Barat telah ditolak karena dinilai melakukan kecurangan dalam proses pendaftaran.
"Jadi ada 4.791 yang mendaftar dengan cara-cara ilegal seperti KK, domisili, yang disiasati, sudah kita batalkan," kataGubernur Jawa Barat MRidwanKamil di Kota Bandung, Senin.
"Sebanyak itu yang kira-kira kita batalkan untuk memberikan pelajaran bahwa semua harus sesuai dan ikuti pada peraturan yang kita laksanakan," ia menambahkan.
Dia mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah menindaklanjuti laporan yang disampaikan kepada pemerintah provinsi mengenai kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam pendaftaranPPDB 2023.
"Ini terstruktur, ada tim pengaduan, dan kita sudah membatalkan," kata dia.
Gubernur mengatakan, pembatalan pendaftaran peserta PPDByang dinilai melakukan kecurangan dilakukan guna membuat jera calon peserta didik maupun orang tua calon peserta didik yang mencoba menggunakan cara ilegal untuk masuk ke sekolah negeri pilihan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wahyu Mijaya menyampaikan bahwa penolakan pendaftarPPDBantara lain dilakukan karena masalah data dalam dokumen kependudukan, nilai rapor, maupun bukti prestasi.
"Itu bisa jadi karena nilai rapor, bisa juga karena program penanganan kemiskinan, kemudian dokumen prestasi tidak sesuai. Jadi ada beberapa penyebab yang mengakibatkan kita menolak sebanyak 4.791 (pendaftar) untuk tidak lanjut dalam proses PPDB kemarin," kata Wahyu.
Pendaftar PPDByang ditolak, ia mengatakan, bisa masuk ke sekolah yang lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan PPDBTahun 2023 tingkat sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sekolah luar biasa (SLB) di Provinsi Jawa Barat telah rampung dan dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Gubernur mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya memastikan kegiatan MPLStingkat SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat dilakukan sesuai dengan peraturan.
Dia juga mengatakan bahwa pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan PPDBuntuk memperbaiki sistem penerimaan siswa baru pada tahun berikutnya.
"Kita evaluasi, banyak komplain juga sana-sini. Nanti, bersama pemerintah pusat, Pemprov Jabar akan melakukan evaluasi," katanya.
"Misalkan terjadi kekurangan fasilitas di beberapa wilayah, itu juga akan jadi atensi penyelesaian di tahun mendatang," ia menambahkan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Permintaan Gula Aren di Lebak Meningkat Jelang Ramadhan
-
MPR RI Dukung Rumah Layak dan Keluarga Produktif Melalui BSPS
-
Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan LNG Abadi Masela
-
Langit Kota Tua Dihiasi Cahaya Pertunjukan Drone, Pengunjung Tembus 35.000 Orang
-
Vokalis Band Element, Lucky Widja Meninggal Dunia pada Minggu Malam
-
AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional, Penarikan Diri Besar-besaran dari Kerja Sama Global
-
KPK Sita Emas dan Uang Asing Senilai Rp40,5 Miliar di Kasus Barang KW pada OTT Pejabat Bea Cukai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.