Asean-BAC Tegaskan Komitmen Percepat Transisi Menuju Nol Emisi Asean

Sabtu, 15 Jul 2023, 00:08 WIB

Jakarta - KetuaAsean Business Advisory Council(Asean-BAC) Arsjad Rasjid menegaskan komitmen untuk mempercepat transisi menuju nol emisi(net zero emission)di Asean demi masa depan pembangunan berkelanjutan dalam peningkatan bisnis dan usaha di kawasan.

"Asean dan dalam hal ini secara khusus Asean-BAC, berkomitmen untuk mempercepat transisi menuju ekonomi nol emisi dengan mempromosikan energi terbarukan, efisiensi energi, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Arsjad menyebut penerapan strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dan mendorong penggunaan solusi inovatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dalam kegiatan bisnis di kawasan Asean sangat dianjurkan.

Dalam laporanSustainable Development Report 2023,terdapat enam negara Asean yang masuk 100 besar negara yang mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan, yaitu Thailand, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Namun, beberapa negara Asean lainnya seperti Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, dan Myanmar secara berurutan masih berada di peringkat di atas 100, yaitu 102, 103, 115, dan 125.

"Dengan usaha bersama, seluruh negara Asean bahu membahu untuk bisa membangun kawasan yang lebih mengutamakan proses bisnis yang berkelanjutan serta dengan adanya penggunaan energi yang lebih bersih," kata Arsjad.

Di sisi lain, negara anggota Asean juga telah menggunakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) negara masing-masing untuk mempercepat integrasi energi terbarukan.

Indonesia misalnya, menargetkan untuk menambah kapasitas energi terbarukan sebesar 20,9 GW pada tahun 2030 dan mengharapkan 60 persen energinya berasal dari sumber terbarukan pada tahun 2060.

Laos telah mencapai kemajuan dalam pengembangan tenaga listrik dan ekspor energi, yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara tersebut sebesar lebih dari 3 persen.

Malaysia telah mengusulkan pembangunan tiga pulau energi hijau dan sedang menjelajahi sumber energi terbarukan dari laut.

Brunei Darussalam berencana meningkatkan kapasitas energi terbarukan menjadi setidaknya 300 MW pada tahun 2035 melalui proyek kolaborasi. Sementara di Kamboja, energi terbarukan saat ini memiliki pangsa pasar sebesar 40 persen dan bersumber dari tenaga air, tenaga surya, dan biomassa.

Thailand telah meluncurkan instalasi hibrida surya-hidro terapung terbesar di dunia dan berencana untuk menginstal tambahan 24 MW. Sedangkan Singapura telah melakukan studi kelayakan bersama untuk energi terbarukan hibrida yang melibatkan sumber angin, surya, dan pasang surut.

Filipina telah memulai lelang energi hijau untuk proyek energi terbarukan sebesar 2 GW, termasuk tenaga air, tenaga surya, dan tenaga angin. Adapun Vietnam bertujuan untuk meningkatkan proporsi energi terbarukan, termasuk tenaga air, angin, surya, dan biomassa, hingga mencapai 33 persen dari total listrik pada tahun 2030.

Salah satu bentuk komitmen Asean-BAC dalam mendukung seluruh sektor usaha di Asean untuk terus maju mengedepankan proses bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan adalah dengan mengadakanAsean Business Awards(ABA) 2023.

Dalam ABA 2023, akan dihadirkan pilar penghargaan Pembangunan Berkelanjutan yang di dalamnya terdapat dua kategori penghargaan, yaituNet-Zero LeaderdanPlastic Waste Circularity.

Perusahaan berskala besar hingga UMKM dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti penghargaan ini melaluiaseanbacindonesia.id/event/aba-2023.

"ABA 2023 mengapresiasi penuh bisnis di kawasan Asean yang telah menjadikan agenda pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari proses bisnis mereka dan berdampak pada kelestarian lingkungan. Penghargaan ini akan diberikan melalui pilar Pembangunan Berkelanjutan," kata Arsjad.

Ia pun mendorong para pelaku bisnis di kawasan Asean untuk menominasikan bisnisnya pada kategoriNet-Zero LeaderdanPlastic Waste Circularitydi ABA 2023.

"Pencapaian luar biasa bisnis Anda dalam pembangunan berkelanjutan akan diperlihatkan dan diakui sebagai pemimpin dalam mendorong perubahan positif di kawasan Asean," sambung Ketua Umum Kadin Indonesia itu.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.