20 Ribu Warga Kota Tangerang Alami Obesitas

Kamis, 13 Jul 2023, 04:00 WIB

TANGERANG - Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengungkapkan berdasarkan hasil skrining penanganan penyakit tidak menular (PTM) hingga Mei 2023, ada 20 ribu warga daerah itu mengalami obesitas.

"Ini merupakan hasil skrining dengan sasaran di atas 15 tahun, ditemukan hasil warga terkonfirmasi obesitas didominasi oleh usia 20 hingga 50 tahun," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Selasa (12/7).

Ket. Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni. — Sumber: ANTARA/Irfan

Dini menjelaskan dari hasil skrining yang dilakukan akan terus diperbarui secara berkala serta menggencarkan pola penanganannya. Penangan yang dilakukan, di antaranya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terkait skrining atau deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, termasuk obesitas ini.

Kemudian, menggencarkan gaya hidup "Cerdik", yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet gizi seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres.

Selain itu, tambah dia, Dinkes juga telah membentuk 419 pos binaan terpadu (posbindu) yang digerakkan oleh kader kesehatan yang dilatih secara khusus, dibina atau difasilitasi untuk melakukan pemantauan faktor risiko penyakit tidak menular di wilayah kerjanya.

"Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan fasilitas di 39 puskesmas yang ada di Kota Tangerang, di mana seluruh puskesmas telah tersedia layanan Pos Gizi yang dapat dimanfaatkan untuk berkonsultasi terkait gizi secara gratis," ujar Dini.

Kepedulian Masyarakat

Ia menambahkan kasus obesitas tak hanya ditekankan kepada pemkot saja, tetapi dibutuhkan kesadaran akan kepedulian kesehatan pada masyarakat itu sendiri, di antaranya rajin mengikuti kegiatan kesehatan yang dihadirkan posbindu, memanfaatkan layanan yang disediakan, hingga rajin atau memiliki kesadaran untuk rutin melakukan pemeriksaan atau konsultasi kesehatan.

"Dalam hal kesehatan, jangan datang pada saat ada keluhan saja. Cek kesehatan penyakit tidak menular secara rutin, kalau bisa sebulan sekali, sehingga segala penyakit dapat diminimalisasi sedini mungkin dengan penanganan yang tepat dan sesuai. Usahakan berobat di stadium awal," katanya.

Sebelumnya, Dini menagatakan Dinkes Kota Tangerang, Banten, mengoptimalkan program posbindu di 419 titik dalam upaya mengatasi obesitas. Posbindu merupakan kegiatan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular termasuk obesitas, melalui pemberdayaan masyarakat. Sasaran program ini ditujukan kepada seluruh masyarakat sehat dan berisiko yang berusia 15 tahun ke atas.

"Posbindu diselenggarakan sebulan sekali atau lebih, sesuai dengan kesepakatan serta dapat saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat," katanya.

Ia menjelaskan posbindumelakukan berbagai kegiatan yang menyehatkan, mulai dari cek lingkar perut wanita maksimal 80 sentimeter dan pria 90 sentimeter, hingga cek indeks masa tubuh kurang dari 25 baik dan lebih dari 25 terindikasi buruk.

Selain itu, pemeriksaan faktor risiko seperti diet tidak sehat, kurang aktivitas fisik, merokok dan mengonsumsi alkohol, serta pemeriksaan gangguan mental atau emosional.

Di posbindu, kata dia, warga juga dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, tes penglihatan dan pendengaran, serta konseling atau edukasi pentingnya konsumsi sayur dan buah, aktivitas fisik, bahaya merokok dan alkohol, garam, dan lemak.

"Posbindu dapat diikuti semua warga, dengan pemantauan dan pendampingan puskesmas. Kegiatan ini dapat diikuti secara gratis, untuk semua kalangan mulai dari usia 15 tahun. Ibu-ibu, remaja bahkan bapak-bapak diimbau untuk rutin mengikuti posbindu. Jangan malas, karena obesitas tengah menghantui kita yang berpola hidup tidak sehat," katanya.

Di posbindu, menurut dia, warga dapat mengetahui atau mengidentifikasi faktor risiko penyakit tidak menular pada tubuh serta bisa melakukan upaya intervensi faktor risiko penyakit tidak menular dengan modifikasi perilaku, konseling, dan edukasi.

"Selain itu, juga dapat dilakukan rujukan sedini mungkin bagi individu berisiko tinggi yang memerlukan layanan pengobatan lebih lanjut," ujarnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.