86 Imigran Terapung-apung di Perairan Spanyol Berhasil Diselamatkan

Selasa, 11 Jul 2023, 08:25 WIB

ARGUINEGUIN - Penjaga pantai Spanyol menyelamatkan 86 migran asal sub-Sahara Afrika di atas perahu di dekat Kepulauan Canary pada Senin (10/7). Kapal terlihat di hari sebelumnya oleh pesawat penyelamat.

Layanan penjaga pantai Salvamento Maritimo mengatakan telah menemukan kapal berisi enam perempuan dan 80 laki-laki di dalamnya saat penyelamat sedang mencari kapal migran dari Senegal bermuatan 200 orang.

Ket. Foto: Dalam foto yang diambil 4 juli lalu, sekelompok imigran tiba di pelabuhan Los Cristianos, Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. — Sumber: Aljazeera/EPA/Ramon de la Rocha

Mereka tidak menunjukkan usia korban yang diselamatkan.

Ketika sebuah pesawat penyelamat melihat kapal migran itu sekitar 71 mil laut selatan Pulau Gran Canaria, awalnya diperkirakan ada "sekitar 200 orang di dalamnya", kata seorang juru bicara.

"Kami tidak bisa 100 persen yakin, tapi kemungkinan kapalnya sama," katanya.

"Sulit untuk menentukan jumlah orang dari udara," katanya kemudian kepada AFP.

Sebuah kapal penyelamat membawa para migran ke pelabuhan Arguineguin di Gran Canaria. Mereka disambut oleh pekerja Palang Merah yang memberi mereka perawatan medis.

Namun, situasinya membingungkan. Juru bicara itu mengatakan kepada AFP , dia tidak dapat mengatakan apakah ada kapal lain yang terapung-apung di daerah yang sama dengan 200 orang di dalamnya.

Helena Maleno, kepala LSM Spanyol Caminando Fronteras, yang membantu kapal migran dalam kesulitan, mengatakan sebuah kapal telah meninggalkan kota "Kafountine" di Senegal selatan pada 27 Juni dengan sekitar 200 orang di dalamnya.

"Ada banyak anak di bawah umur," katanya dalam pesan audio. Ia menjelaskan, keluarga telah "memberi tahu kami tentang hilangnya kapal, mereka tidak mendapat kabar selama beberapa hari".

Kafountine adalah desa nelayan di bagian selatan Senegal, yang terletak setidaknya 1.700 km di selatan Kepulauan Canary.

Dia mengatakan LSM mengetahui dua kapal lain berisi sekitar 120 orang di dalamnya yang juga hilang setelah meninggalkan Senegal pada 23 Juni.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.