Kabar Duka, Lima Warga Ambon Meninggal Digigit Anjing Rabies
Kamis, 06 Jul 2023, 00:12 WIBAmbon - Kabar duka. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon menyebutkan bahwa selama Januari-Juni 2023, sebanyak lima warga daerah itu meninggal dunia karena digigit anjing rabies.
"Sementara kasus gigitan anjing rabies mencapai 448 kasus dan lima diantaranya meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy di Ambon, Rabu.
Korban gigitan anjing rabies, katanya, telah menerima vaksinasi antitetanus dan vaksin antirabies (VAR) bagi manusia dari Puskesmas.
Dinkes mengimbau warga yang mengalami gigitan anjing segera melapor ke Puskesmas terdekat agar segera ditangani.
Tahapan yang harus dilakukan warga yang terkena gigitan anjing rabies adalah membersihkan bekas gigitan dengan air sabun mengalir, selanjutnya memelihara hewan yang menggigit dalam waktu beberapa hari.
Memelihara hewan dimaksudkan untuk mengetahui hewan tersebut terjangkit rabies atau tidak. Jika hewan dalam waktu tiga hari mati, warga yang terkena gigitan harus segera mendapat suntikan rabies.
"Luka gigitan anjing rabies harus segera ditangani dengan membawa korban ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk ditangani," katanya.
Wendy menjelaskan saat ini stok vaksin rabies di Kota Ambon mencukupi, sehingga dilakukan pelacakan kepada korban gigitan hewan rabies agar tidak ada warga yang meninggal dunia karena kasus ini.
Setiap orang yang terkena gigitan anjing harus mendapat vaksinasi sebanyak empat kali suntikan.
Vaksinasi gratis disiapkan untuk masyarakat kurang mampu, sedangkan golongan mampu Rp300 ribu/dosis.
"Kasus rabies bukan hanya tugas petugas kesehatan, tetapi seluruh pihak agar Kota Ambon bebas dari rabies. Kita berharap masyarakat juga memahami, sehingga tidak timbul kasus baru lagi," katanya.
Dinkes juga mengajak masyarakat untuk dapat mengantisipasi penularan rabies, dengan memperhatikan perilaku anjing peliharaan.
"Sebaiknya anjing peliharaan dikandangkan, jangan biarkan berkeliaran. Jika ada perubahan perilaku anjing, seperti menjadi lebih agresif atau yang biasanya aktif tapi kemudian jadi pendiam dan terlihat sakit, itu perlu diwaspadai," ujarnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Naik Lagi, Harga Tiga Produk Emas di Pegadaian Rabu Ini
-
Wali Kota Surabaya Ingatkan Warga dan Pelaku Usaha Tak Gunakan Tepi Sungai untuk Bangunan dan Parkir
-
Kabar Duka, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
-
Pemkot Bogor Siapkan WFH untuk Efisiensi Energi
-
Macron Desak Tiongkok Seimbangkan Perdagangan
-
Anya Geraldine Mengaku Alami Hal Tak Biasa di dalam Pesawat saat Vidi Aldiano Meninggal
-
Kabar Gembira untuk Petani Cabangbungin Dapat Bantuan Benih Padi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.