Usut Tuntas, Polda NTB Terima Laporan Dua Pekerja Migran Korban TPPO ke Libya
Selasa, 04 Jul 2023, 00:09 WIBMataram - Usut tuntas. Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menerima laporan dari dua orang pekerja migran Indonesia yang menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Libya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Komisaris Besar Polisi Teddy Ristiawan di Mataram, Senin, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dua korban dugaan TPPO ke Libya yang berasal dari Pulau Sumbawa berinisial JU dan SM.
"Jadi, iya, hari ini kami menerima secara resmi laporan dari kedua korban," kata Teddy.
Dia mengatakan bahwa laporan tersebut kini menjadi atensi Satgasda TPPO NTB, khususnya bidang penindakan dari Subdit IV Bidang Remaja, Anak, dan Wanita DirektoratReskrimum Polda NTB.
"Langsung hari ini kami buatkan BAP (berita acara pemeriksaan), mulai kumpulkan bukti-bukti. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama, kasus ini bisa segera terungkap," ujarnya.
Mizanul Jihad, perwakilan tim kuasa hukum yang mendampingi kedua korban mengatakan bahwa dasar pelaporan ini merujuk pada dugaan TPPO.
"Jadi, kedua korban ini sebenarnya menerima gaji, hanya saja selama bekerja di Libya, mereka kerap mendapat perilaku kekerasan fisik dari majikan," ucap Mizan.
Dua pekerja migran asal Sumbawa ini terungkap menjadi korban TPPO di Libya setelah salah seorang di antaranya berinisial SM mengunggah rekaman video curahan hati ke media sosial.
Rekaman video itu kemudian sampai ke pemerintah Indonesia dan langsung mendapatkan perhatian khusus.
Pemerintah melalui Kedutaan Besar RITripoli langsung menindaklanjuti rekaman video itu dengan melacak keberadaan SM yang terungkap di wilayah Benghazi.
Setelah keberadaan terlacak, KBRI Tripoli bersama Kementerian Luar Negeri Libya dan Libya Labor Agency berhasil melakukan pemulangan kepada kedua pekerja migran asal NTB tersebut ke Indonesia pada Rabu (28/6).
- Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Kepolisian Daerah (Polda)
- Pekerja Migran
- NTB
- Usut Tuntas
- Libya
- TPPO
- tindak pidana perdagangan orang (TPPO)
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harga Emas Antam Turun ke Angka Rp2,581 Juta Per Gram di Awal Oktober Ini
-
Evakuasi Pria Hanyut di Sungai Sei Lapan Langkat
-
Peningkatan produksi bahan baku bioetanol
-
Layanan Samsat Keliling Ada di 14 Wilayah pada Jumat (25/9) Ini, Cek Lokasinya
-
Jalur Berat Menanti Alcaraz
-
Pulihkan Ekonomi Pascabencana, Kemenekraf Bina dan Latih 150 Pelaku Ekraf Bukittinggi
-
Kembalikan Fungsi Jalan, Pemkot Jakarta Pusat Tata Puluhan PKL di Sekitar Pasar Serdang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.