Perusahaan Publik Baru Tumbuh Pesat
Sabtu, 01 Jul 2023, 07:10 WIBJAKARTA - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengatakan pertumbuhan perusahaan publik baru di pasar modal Indonesia sampai Mei 2023, merupakan tertinggi dibandingkan dengan negara lain di dunia. Perusahaan publik baru di BEI tercatat meningkat 4,7 persen year to date (ytd) menjadi sebanyak 40 perusahaan publik hingga Mei 2023.
"Sampai dengan Mei 2023 jumlah perusahaan baru tercatat sudah 40, padahal belum setengah tahun. Untuk perusahaan baru tercatat di bursa kita tumbuh 4,7 persen (ytd), hampir tidak ada yang tumbuh positif lebih dari 4,7 persen (ytd), dari perusahaan tercatat yang ada," ujar Dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI di Jakarta, Rabu (28/6).
Untuk negara non Asean, dia mencontohkan, perusahaan publik baru di bursa saham Jepang hanya tumbuh 0,28 persen (ytd), Nasdaq Amerika Serikat (AS) bahkan menurun 2,9 persen (ytd), Shenzhen Stock Exchange tumbuh 1,6 persen (ytd). Sementara itu, perusahaan publik baru di bursa saham negara Asean, bursa Malaysia tumbuh 0,9 persen (ytd), dan Thailand tumbuh 1,4 persen (ytd).
"Jadi, Indonesia yang pertumbuhan perusahaan baru tercatat terbesar dan terbanyak sampai Mei 2023. Target kami tahun lalu 59 perusahaan tercatat, tahun ini 57 perusahaan tercatat, dan ternyata ini sudah lebih dari 40 perusahaan," ujar Iman.
Seiring pertumbuhan tersebut, dalam hal jumlah perusahaan publik, World Federation of Exchange mencatat, BEI berada di posisi kedua di antara negara ASEAN lainnya, setelah bursa saham Malaysia yaitu 864 perusahaan per Mei 2023, sedangkan, Malaysia sebanyak 989 perusahaan tercatat.
Sepanjang 2022, sebanyak 59 perusahaan telah menggalang dana di pasar modal melalui Initial Public Offering (IPO), atau bertambah 5 perusahaan dibandingkan 2021 sebanyak 54 perusahaan tercatat.
Adapun, nilai IPO sepanjang 2022 sebesar 31,1 triliun rupiah, sehingga total perusahaan tercatat di BEI sebanyak 825 perusahaan hingga 2022.
"Kalau kita lihat dari pencatatan saham, jumlah perusahaan tercatat tahun lalu sebanyak 825 dengan tambahan perusahaan baru yang tercatat 59 perusahaan," kata Iman.
Prospek Positif
Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Herald van der Linde mengatakan Indonesia tengah menjadi pasar paling berkembang bagi perusahaan yang melakukan IPO. Menurutnya, tren IPO tersebut disebabkan oleh lahirnya banyak bisnis- bisnis kecil atau small business di pasar Indonesia. Dia juga memproyeksikan pertumbuhan itu masih akan terus berlanjut beberapa kuartal ke depan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Whoosh Ngebut Lagi, 62 Perjalanan Siap Layani Penumpang
-
Liga Champions: Gol Penalti Yamal Selamatkan Barcelona dari Kekalahan di Kandang Newcastle
-
Wabup Lombok Tengah Peringatkan Pedagang: Jangan Mainkan Harga Sembako Jelang Lebaran
-
Tak Tanggung-tanggung, Maluku Sajikan 47 Event Wisata di 2026 untuk Dongkrak Kunjungan Turis
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
AHY Dorong Hunian TOD di Kota Besar untuk Atasi Keterbatasan Lahan
-
BPBD Jatim-BMKG Juanda Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.