Target 'Lifting' Migas Terlalu Rendah
Jumat, 30 Jun 2023, 10:18 WIBJAKARTA - DPR RI menyesalkan sikap pemerintah yang terus menurunkan target lifting minyak dan gas (migas) setiap tahunnya. Sebab, itu dianggap sebagai bentuk inkonsistensi pemerintah terhadap kebijakan migas.
"Target tersebut sangat mustahil diwujudkan, bila sikap Pemerintah terus seperti ini. Apalagi setiap tahunnya realisasi lifting minyak dan gas selalu tidak mencapai target yang ditetapkan. Pemerintah jangan mem-PHP masyarakat," ujar Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto dikutip dari laman resmi DPR RI, Kamis (29/6).
Karena itu, dirinya mendesak target lifting minyak nasional pada 2024 lebih tinggi atau paling tidak sama dengan sasaran produksi minyak pada 2023, yakni 660 ribu barel per hari (bph). Hal tersebut semata agar terlihat upaya untuk mengejar visi 1 juta bph pada 2030.
"Kalau target-targetnya seperti itu namanya loyo. Menyerah sebelum bertanding," tandasnya.
Lebih lanjut, Politisi Dapil Banten II ini menyebut pihaknya tidak puas dengan kesepakatan DPR dan pemerintah yang menetapkan lifting minyak sebesar 615-640 ribu bph dalam asumsi makro APBN 2024. Menurutnya asumsi itu sangat minim, sehingga pemerintah tidak tertantang untuk mencari sumber cadangan minyak dan gas baru.
"Terus terang kami tidak puas dengan angka lifting minyak yang terus turun dan juga realisasinya tidak mencapai seratus proses. Sulit bagi kita untuk percaya visi 2030 dengan lifting minyak sejuta barel per hari. Ini bisa jadi bukan visi, tetapi mimpi. Karena setiap tahun kenyataannya semakin jauh dari mimpi itu," tukasnya.
Sikap Inkonsisten
Seperti dketahui, dalam Rapat Kerja bersama anggota Komisi VII DPR RI pada awal bulan ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengubah target lifting migas sehingga membuat anggota Komisi VII mempertanyakan langkah tersebut.
Awalnya, dalam bahan paparan Kementerian ESDM, asumsi dasar sektor ESDM RAPBN 2024 target produksi migas untuk RAPBN 2024 ditetapkan sebesar 1,596 - 1,706 juta barel setara minyak. Dengan rincian lifting minyak sebesar 597-652 ribu bph dan gas 999 ribu - 1,054 juta barel setara minyak per hari.
Namun, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengoreksi target produksi minyak dengan maksimal di angka 625 ribu bph. Hingga akhirnya disepakati angka yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM yakni sekitar 610-640 ribu bph.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Lomba Gasing untuk Melestarikan Permainan Tradisional di Pangkalpinang
-
Air Pasang Ancam Wilayah Pesisir Jakarta Utara, BPBD Keluarkan Peringatan
-
Pertamina Resmi Akuisisi 24,5 Persen Saham Blok Migas Bobara dari Petronas
-
Venom Dijagokan Tampil di Spider-Man: Brand New Day Lewat Fan Art Spektakuler
-
Selamat! Pertamina Tembus 171 Dunia, Raksasa Energi RI Kembali Guncang Panggung Global, Saingi Perusahaan Kelas Kakap!
-
Kasus Korupsi Chromebook, Mantan Presiden Tokopedia Mellisa Siska Juminto Diperiksa Kejagung
-
Disuguhi Panorama Pesisir, Kemen PU Dorong Pemudik Manfaatkan Jalur Pansela
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.