KPK Tunjukkan Uang Sitaan dari Enembe Rp81,9 Miliar

Selasa, 27 Jun 2023, 01:35 WIB

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) memperlihatkan uang tunai senilai 81.994.493.000 rupiah yang disita dalam perkara tindak pidana pencucian uang dari tersangka Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (26/6).

"Sebagai upaya untuk mengoptimalkan pengembalian dan pemulihan keuangan negara melalui asset recovery dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU), KPK melakukan penyitaan terhadap aset-aset (LE)," jelas Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat konferensi pers.

Ket. Foto: Uang Sitaan -- Penyidik didampingi Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (tengah belakang), Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu (kiri belakang) dan Jubir KPK Ali Fikri (kanan belakang), menunjukan barang bukti uang yang disita dari tersangka Gubernur Papua (nonaktif) Lukas Enembe, di Jakarta, Senin (26/6). — Sumber: ANTARA/Reno Esnir

Uang tunai tersebut terdiri dari mata uang rupiah senilai 81.628.693.000 rupiah, kemudian 26.300 dollar Singapura dan 5.100 dollar AS, yang jika dirupiahkan nilainya mencapai 81,9 miliar rupiah.

Alex mengungkapkan ada 23 aset yang diduga sebagai hasil korupsi yang disita Lukas Enembe. Selain uang tunai, aset lainnya yang disita penyidik KPK, yakni satu unit apartemen di Jakarta senilai 2 miliar rupiah, sebidang tanah seluas 1.525 meter persegi beserta bangunan di Jayapura senilai 40 miliar rupiah.

Satu bidang tanah berikut bangunan rumah tinggal di Jakarta senilai 5,3 miliar rupiah, tanah seluas 682 meter persegi beserta bangunan di Jayapura senilai 682 juta rupiah, tanah seluas 862 meter persegi beserta bangunan di atasnya di Kota Bogor senilai 4,3 miliar rupiah, tanah seluas 2.199 meter persegi beserta bangunan di atasnya di Jayapura senilai 1 miliar rupiah, tanah seluas 2.000 m2 beserta bangunan di atasnya di Jayapura senilai 1 miliar rupiah.

Satu unit apartemen di Jakarta senilai 510 juta rupiah, satu unit apartemen di Jakarta senilai 700 juta rupiah, rumah tipe 36 di Koya Barat senilai 184 juta rupiah, sertifikat hak milik tanah di Koya Koso, Abepura, senilai 47,6 juta rupiah, sertifikat hak milik tanah beserta bangunan berbentuk sasak NTB yang rencananya dibangun rumah makan di Koya Koso, Abepura, senilai 2,7 miliar rupiah, dua keping emas batangan senilai 1,7 miliar rupiah.

Pada Senin (26/6), Majelis hakim menolak nota keberatan (eksepsi) Gubernur Papua periode 2013-2018 dan 2018-2023, Lukas Enembe dalam sidang perkara dugaan penerimaan suap dan gratifikasi serta memerintahkan sidang berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi.

"Mengadili, menyatakan nota keberatan atau eksepsi terdakwa Lukas Enembe dan penasihat hukum terdakwa tidak dapat diterima," kata Ketua Majelis Hakim Rianto Adam Pontoh.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.