Berita Gembira, Pemprov Kaltim Salurkan Dana Kompensasi Emisi Karbon Rp69 Miliar

Sabtu, 24 Jun 2023, 01:10 WIB

Samarinda - Berita gembira, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan dana kompensasi tahap pertama dari Bank Dunia yang totalnya Rp69,154 miliar kepada organisasi perangkat daerah (OPD), pemkab, pemkot, dan masyarakat yang andil dalam program pengurangan emisi karbon.

"Saya minta seluruh OPD maupun kabupaten yang telah menerima dana kompensasi bisa melaksanakan kegiatan di tingkat lapangan sesuai tugas pokok dan fungsinya," kata Gubernur Kaltim Isran Noor di Samarinda, Jumat.

Ia menjelaskan dana tersebut sebelumnya diterima pemerintah pusat, oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup Kementerian Keuangan RI.

Dana itu kemudian dibagikan mulai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, tujuh kabupaten dan satu kota di Kaltim, serta masyarakat.

"Kami berharap dana ini bisa bermanfaat besar bagi masyarakat. Alhamdulillah dari Kaltim, kita bisa berjuang untuk negara dengan mendapatkan dana dari Bank Dunia," ujarnya.

Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah ProvinsiKaltim Iwan Darmawan mengatakan pelaksanaan dan pengelolaan dana tersebut berdasarkan tanggung jawab besarannya 25 persen dari totalRp69,154 miliar, berdasarkan kinerja 65 persen dan berdasarkan penghargaan 10 persen.

"Masyarakat penerima bantuan dana ada berdasarkan 'reward' (penghargaan) maupun kinerja. Misal, mereka yang berhasil melaksanakan penutupan lahan maka diberikan penghargaan," katanya.

Iamemerinci pembagian dana tersebut, untuk Pemkot Balikpapan Rp3,04 miliar, Berau Rp7,3 miliar, Kutai Barat Rp5,7 miliar, Kutai Kartanegara Rp4,1 miliar, Kutai Timur Rp6,8 miliar, Mahakam Ulu Rp4,5 miliar, Paser Rp6,3 miliar, dan Penajam Paser Utara 3,2 miliar.

Sebanyak dua kota, yakniyakni Samarinda dan Bontang, katanya, berdasarkan penilaian Bank Dunia dan BPDLH Kementerian Keuangan maupun KLHKtidak mendapatkan dana.

"Itu semua berdasarkan hasil penilaian seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan dana sehingga penerimaan bantuan dana ini berdasarkan jumlah tutupan lahan tentang penghijauan yang dilakukan masing-masing daerah," ucapnya.

Ia mengatakan perhitungan pembiayaan dana penurunan emisi karbon berdasarkan penutupan lahan. Daerah yang dinilai tidak atau belum mencukupi kuota yang diinginkan maka belum bisa mendapatkan dana tersebut.

"Contohnya, berdasarkan deteksi satelit yang dilakukan berbagai pihak terlibat pengelolaan itu, sehingga ketika dilihat berdasarkan data-data di lapangan, ternyata penutupan tidak ada atau kurang memenuhi target kuota yang diperlukan, maka pemberian dana kompensasi tidak diberikan. Itulah, makanya Kota Samarinda maupun Bontang tidak menerima bantuan," ujarnya.

Realisasi dana tersebut telah masuk masing-masing DPA 10 OPD terkait di lingkup Pemprov Kaltim dan tujuh kabupaten se-Kaltim, sedangkan Balikpapan hingga saat ini masih proses pencairan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.