Peluang Melemah Terbuka
Jumat, 23 Jun 2023, 09:25 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi berbalik melemah jelang akhir pekan ini. Pelemahan tersebut dipicu potensi kekhawatiran para pelaku pasar menjelang libur panjang di pekan depan.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (23/6), bergerak di kisaran 14.900-15.000 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.
Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan, Kamis (22/6) sore, menguat 0,08 persen atau 13 poin dari sehari sebelumnya menjadi 14.939 rupiah per dollar AS di tengah penantian testimoni Powell.
Analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova menyatakan penguatan rupiah dipengaruhi penetapan suku bunga acuan Bank Indonesia yang tidak berubah di level 5,75 persen sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Faktor lainnya adalah tren penurunan yield obligasi pemerintah Indonesia yang diperkirakan masih akan berlanjut.
"Rata-rata penurunan yield obligasi pemerintah di kisaran 2-4 bps," ungkap Rully Jakarta.
Senada, Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra menyatakan sikap Bank Indonesia (BI) yang berkomitmen menjagai nilai tukar seperti diungkapkan dalam konferensi pers (konpers) hari ini dinilai membantu keyakinan pasar terhadap rupiah.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Indo Livestock 2026 Expo dan Forum Perkenalkan Grand Championship, Tingkatkan Standar Kompetisi Ternak Nasional.
-
Meski Resilien, Ruang Fiskal APBN Mulai Hadapi Tekanan
-
RI Dorong Kemandirian Plastik
-
Bank Indonesia Pastikan “All Out” 24 Jam Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
-
Serunya Main Bareng Tanpa Gawai di Surabaya
-
IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.