Cegah Jatuh Korban, Waspadai Cuaca Ektrem

Jumat, 23 Jun 2023, 01:46 WIB

Sorong - Cegah jatuh korban. Pemerintah Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya mendorong masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dengan kondisi curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini guna mengantisipasi adanya musibah banjir dan longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong Herlin Sasabone di Sorong, Kamis menjelaskan bahwa berdasarkan surat peringatan dini dari BMKG yang masuk ke BPBD menginstruksikan untuk segera mengambil langkah strategis sebagai upaya antisipasi dan waspada terhadap cuaca ekstrem berupa tingginya curah hujan akhir-akhir ini.

Ket. Foto: Pemerintah Kota Sorong rapat lintas instansi guna membahas strategi penanganan musibah dampak curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini. — Sumber: ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu

Langka yang telah diambil, sebut dia, Pemerintah Kota Sorong telah melakukan rapat koordinasi lintas instansi yang terdiri dari BMKG, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, kepala distrik dan lurah pada Rabu (21/6) untuk membahas strategi penanggulangan bencana yang akan terjadi.

"Selain itu juga memberikan pemahaman kepada distrik dan lurah agar menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap musim hujan dengan intensitas yang cukup tinggi," jelas Herlin.

Karena, kata dia, bercermin dari bencana banjir di Kota Sorong pada Agustus 2022 telah menelan korban sebanyak 17.433 jiwa, 6 meninggal dunia, rumah warga 358 unit, sekolah 33 unit dan tempat ibadah 6 unit.

"Saat itu memang kondisinya sama seperti ini, sehingga kita perlu waspada karena yang namanya musibah kita tidak tahu, apalagi musim hujan seperti ini itu pertanda bagi kita untuk tetap waspada," kata Herlin.

Potensi terjadinya banji dan tanah longsor, sebut dia, pemicunya adalah curah hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

"Kalau curah hujanya sudah tinggi ditambah dengan durasinya lama kemudian air laut pasang itu pertanda bahwa kita harus bergerak," beber Herlina.

Di Kota Sorong, sebut Herlin, daerah-daerah rawan seperti Kelurahan Matalamagi dan Sawagumu perlu diantisipasi sedini mungkin ketika curah hujan meningkat. Sebab, dua daerah ini merupakan rawan terjadinya longsor dan banjir.

Ini harus diwaspadai oleh masyarakat. Sedangkan kepada masyarakat yang tinggal di dekat tebing, lereng gunung atau bukit serta dekat aliran sungai, juga harus waspada longsor," pinta Herlin.

Antisipasi terjadinya bencana, kata Herlin, Dinas Sosial telah melaporkan bahwa ada persiapan lumbung-lumbung logistik yang ada di tingkat distrik, kemudian Dinas Lingkungan Hidup juga akan menebang pohon-pohon yang dianggap berbahaya jika terjadi hujan dengan angin kencang.

Sementara itu, Koordinator Seksi Observasi Stasiun BMKG DEO Sorong Laode Bangsawan mengatakan berdasarkan data yang terecord di BMKG, memang menunjukkan kondisi curah hujan berpotensi meningkat, sehingga BMKG memberikan warning kepada seluruh masyarakat Kota Sorong agar waspada bahaya bencana banjir dan tanah longsor.

"Puncak hujan terjadi bulan Juni, Juli dan Agustus. Marilah kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan," harap Ode.

Ode menyebutkan, curah hujan bulanan di periode Juni dan Juli masuk ke intensitas tinggi yakni 300 mm sampai 500 mm.

"Kategori hujan ringan di saat intensitasnya 20 milimeter atau kurang, kategori hujan sedang kalau lebih dari lebih dari 20 milimeter sampai 50 milimeter dan hujan kategori lebat jika lebih dari 50 milimeter sampai 100 milimeter dan jika lebih dari itu maka masuk kategori sangat lebat hingga ekstrem," sebut Ode.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.