Penggiat Bahasa Indonesia di Thailand Tingkatkan Pemahaman dan Kualitas Pengajaran

Selasa, 20 Jun 2023, 11:49 WIB

SURABAYA - Asosiasi Pengajar dan Penggiat Bahasa Indonesia di Thailand, baru-baru ini menggelar Konferensi "Pengajaran Bahasa Indonesia di Thailand Selatan".

Konferensi yang digelar oleh KBRI Bangkok ini bertujuan untuk membahas isu-isu terkait pengembangan pengajaran Bahasa Indonesia di wilayah selatan Thailand. Acara dihadiri oleh lebih dari 70 peserta, terdiri dari para pengajar, peneliti, praktisi, dan penggiat Bahasa Indonesia.

Ket. Foto: Konferensi "Pengajaran Bahasa Indonesia di Thailand Selatan" diadakan di GOR sebagai ruang utama dan ruang Sekolah Indonesia Bangkok — Sumber: Istimewa

Konferensi ini menghadirkan 5 ahli tentang BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) yakni Ketua Badan Bahasa Aminudin Aziz, Gusrizal (Senior Penggiat BIPA), Ari Kusmiatun, Ketua (APPBIPA Jogjakarta), Djusmalinar (Dosen BIPA Prince of Songkla Univeristy), Gatut Susanto (Universitas Negeri Malang), Indrya Mulyaningsih (Ketua PPJB SIP), Lilik Wahyuni (Pengajar BIPA Universita Brawijaya), 31 pemakalah, 21 akademisi, dan profesional dari Indonesia dan Thailand.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Ketua Asosiasi Pengajar dan Penggiat Bahasa Indonesia di Thailand, sekaligus Dubes RI untuk Thailand, Rachmat Budiman, menyampaikan bahwa tujuan utama konferensi adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kualitas pengajaran Bahasa Indonesia di Thailand Selatan.

"Juga pentingnya saling berdiskusi dan berkolaborasi dalam pengembangan pengajaran Bahasa Indonesia di Thailand," ungkapnya.

Konferensi ini menampilkan sejumlah kegiatan menarik, termasuk pentas tari oleh alumni penerima beasiswa Seni dan budaya, seminar dan diskusi panel mengenai kurikulum pengajaran Bahasa Indonesia dan budaya Indonesia untuk non-native speakers (Melayu) di Thailand Selatan. Para peserta berbagi pengalaman, penelitian, dan praktik baik dalam pengajaran Bahasa Indonesia, serta berdiskusi tentang tantangan dan peluang yang dihadapi dalam konteks Thai Selatan.

Selain itu, pada hari kedua konferensi juga menyelenggarakan lokakarya tentang pengajaran Bahasa Indonesia dan budaya Indonesia untuk non-native speakers disampaikan oleh Ari Kusmiatun dan tim. Kegiatan workshop ini mengajak para peserta untuk mencintai kain kain nusantara. Beberapa peserta turut aktif dalam memperagakan kain.

Workshop kedua adalah penulisan makalah akademik oleh Indrya Mulyaningsih, dari PPBJ SIP pengelola jurnal bahasa Indonesia. Para peserta aktif terlibat dalam lokakarya ini, berdiskusi tentang pendekatan pengajaran yang efektif, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dan metode penilaian yang sesuai.

"Konferensi ini berhasil menciptakan lingkungan kolaboratif yang positif, di mana para peserta dapat bertukar ide, berbagi pengetahuan, dan membangun jaringan profesional yang kuat. Banyaknya partisipasi dari berbagai universitas dan lembaga di Indonesia dan Thailand memberikan keragaman yang berharga dalam diskusi dan pemikiran," kata Budiman.

Dalam penutupan konferensi, Atase Pendidikan, Achmad Wicaksono, mengungkapkan harapannya bahwa konferensi ini dapat menjadi titik awal untuk lebih memperkuat pengajaran Bahasa Indonesia di Thailand Selatan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembicara, dan panitia atas kontribusi mereka dalam kesuksesan konferensi ini. Dia juga memberikan apresiasi kepada 4 pemakalah terbaik: Tatik Ekawati, Nadia Fristika Romadhona, Setya Tri Nugraha, Tati Sri Uswati.

Setelah konferensi juga diadakan pertemuan Intern antara Anggota Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Thailand dengan Atase pendidikan dan kebudayaan. Kegiatan ini dilakukan di GOR KBRI. Pembahasan mengenai permasalahan dan hal yang berkaitan dengan pengajaran bahasa Indonesia di masing masing Institusi di Thailand. Hal ini menjadi tradisi pertemuan tahunan yang baik membahas rencana kedepan dan evaluasi kegiatan konferensi.

Menurut Achmad, Konferensi "Pengajaran Bahasa Indonesia di Thailand Selatan" memberikan kontribusi yang berharga dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran Bahasa Indonesia di Thailand.

"Diharapkan bahwa konferensi ini akan menjadi langkah awal untuk lebih meningkatkan kerjasama antara Institusi di Indonesia dan Thailand dalam bidang pendidikan dan budaya," pungkasnya.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.