UNICEF: Satu Juta Anak Terusir dari Rumah Akibat Konflik di Sudan

Minggu, 18 Jun 2023, 09:11 WIB

KHARTOUM - Konflik di Sudan telah menelantarkan lebih dari satu juta anak, 270.000 di antaranya di wilayah Darfur, kata badan anak-anak PBB (UNICEF). Badan ini memperingatkan lebih banyak anak lagi berada dalam "risiko besar".

Pertempuran berkecamuk di Sudan sejak pertengahan April antara panglima militer Abdel Fattah al-Burhan dengan mantan wakilnya Mohamed Hamdan Daglo, yang memimpin Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter.

Ket. Foto: Pada 19 April 2023, anak-anak dan keluarga meninggalkan lingkungan rumah mereka di tengah pertempuran di Khartoum, Sudan. — Sumber: UNICEF/AFP

Selain lebih dari satu juta pengungsi, setidaknya 330 anak tewas dan lebih dari 1.900 terluka, kata UNICEF dalam sebuah pernyataan pada Kamis (15/6).

"Banyak lagi yang berisiko besar".

Badan PBB mengatakan sekitar 13 juta anak "sangat membutuhkan" bantuan kemanusiaan.

"Anak-anak terjebak dalam mimpi buruk yang tak henti-henti, menanggung beban terberat dari krisis kekerasan yang tidak dapat mereka ciptakan -- terjebak dalam baku tembak, terluka, dilecehkan, terlantar dan terkena penyakit serta kekurangan gizi," kata perwakilan UNICEF Sudan Mandeep O 'Brien.

Situasi di Darfur yang telah dilanda perang dua dekade dan menyebabkan ratusan ribu orang tewas dan lebih dari dua juta orang mengungsi, sangat memprihatinkan.

"Situasi di Darfur Barat dan Tengah, khususnya, ditandai dengan pertempuran aktif, ketidakamanan yang parah, dan penjarahan pasokan dan fasilitas kemanusiaan," kata UNICEF.

RSF Daglo berasal dari milisi Janjaweed yang dilancarkan oleh mantan orang kuat Omar al-Bashir terhadap etnis minoritas di wilayah tersebut pada 2003, menimbulkan tuduhan genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Anggota paramiliternya dituduh melakukan pembunuhan gubernur negara bagian Darfur Barat Khamis Abdullah Abakar pada Rabu beberapa jam setelah dia membuat pernyataan kritis terhadap paramiliter dalam wawancara telepon dengan saluran TV Saudi. RSF membantah bertanggung jawab.

PBB Bangsa mengatakan "laporan saksi mata yang meyakinkan mengaitkan tindakan ini dengan milisi Arab dan RSF", sementara Asosiasi Pengacara Darfur mengutuk tindakan "barbarisme, kebrutalan, dan kekejaman".

"Semua yang bertanggung jawab atas pembunuhan ini harus dimintai pertanggungjawaban termasuk mereka yang memikul tanggung jawab komando," kata Jeremy Laurence, juru bicara kantor hak asasi PBB, kepada wartawan di Jenewa.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Utang Meningkat, Rakyat Jepang Mulai Cemas Kondisi Fiskal

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.