- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jerman Beri Tambahan Kompe...
Jerman Beri Tambahan Kompensasi 1,4 Miliar Dolar AS ke Penyintas Holocaust
Kamis, 15 Jun 2023, 15:00 WIBBERLIN - Jerman menyetujui untuk memberikan tambahan kompensasi 1,4 miliar dolar AS secara keseluruhan kepada para penyintas Holocaust di seluruh dunia untuk tahun mendatang.
Menurut laporan AP News, kompensasi tersebut dinegosiasikan dengan Kementerian Keuangan Jerman dan mencakup 888,9 juta dolar AS untuk perawatan di rumah dan layanan pendukung bagi para penyintas Holocaust yang lemah dan rentan.
Selain itu, peningkatan sebesar 175 juta dolar AS untuk pembayaran simbolis dari program Tambahan Dana Kesulitan telah dicapai, berdampak pada lebih dari 128.000 penyintas Holocaust secara global, menurut Konferensi tentang Klaim Material Yahudi Melawan Jerman yang berbasis di New York, yang juga disebut Claims Conference.
"Setiap tahun negosiasi ini menjadi semakin kritis karena generasi terakhir penyintas Holocaust ini menua dan kebutuhan mereka meningkat," kata Greg Schneider, Wakil Presiden Eksekutif Claims Conference, Kamis (15/6).
"Mampu memastikan pembayaran langsung kepada para penyintas selain perluasan layanan kesejahteraan sosial sangat penting untuk memastikan setiap penyintas Holocaust dirawat selama diperlukan, memenuhi kebutuhan setiap individu," tambah Schneider.
Pembayaran Tambahan Dana Kesulitan awalnya ditetapkan sebagai pembayaran satu kali, dinegosiasikan selama lockdown Covid-19 dan akhirnya menghasilkan tiga pembayaran tambahan untuk penyintas Holocaust yang memenuhi syarat.Tahun ini, Jerman kembali menyetujui untuk memperpanjang pembayaran kesulitan, yang dijadwalkan berakhir pada Desember 2023, hingga 2027.
Jumlah untuk setiap tahun tambahan ditetapkan sekitar 1.370 dolar AS per orang untuk tahun 2024, 1.425 dolar AS untuk 2025, 1.480 dolar AS untuk 2026, dan 1.534 dolar AS untuk 2027.
Orang yang selamat menerima pembayaran ini sebagian besar adalah orang Yahudi Rusia yang tidak berada di kamp atau ghetto, dan tidak memenuhi syarat untuk program pensiun, kata Claims Conference.
Sebagai anak-anak mereka melarikan diri dari Einsatzgruppen, unit Nazi yang dituduh membunuh seluruh komunitas Yahudi.Lebih dari 1 juta orang Yahudi dibunuh oleh unit-unit ini, yang sebagian besar beroperasi dengan menembak ratusan dan ribuan orang Yahudi sekaligus dan mengubur mereka di lubang massal.
"Bagi mereka yang dapat melarikan diri dan bertahan hidup, mereka adalah sebagian dari yang termiskin di komunitas yang selamat;hilangnya waktu, keluarga, harta benda, dan nyawa tidak dapat dibuat utuh," kata kelompok itu.
"Dengan memperluas pembayaran kepada para penyintas ini, pemerintah Jerman mengakui bahwa penderitaan ini masih sangat dirasakan, baik secara emosional maupun finansial," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan."Sementara simbolis, pembayaran ini memberikan bantuan keuangan bagi banyak orang tua yang selamat dari Holocaust Yahudi yang tinggal di seluruh dunia."
Dengan berakhirnya Perang Dunia II, hampir delapan dekade yang lalu, semua penyintas Holocaust yang masih hidup adalah lanjut usia, dan banyak yang menderita berbagai masalah medis karena kekurangan nutrisi yang tepat ketika mereka masih muda.
Karena jumlah penyintas berkurang, Claims Conference juga merundingkan pendanaan lanjutan untukpendidikan Holocaust, yang telah diperpanjang selama dua tahun lagi dan meningkat setiap tahun sebesar 3,3 juta dolar.Jumlah pendanaan yang baru dinegosiasikan adalah sekitar 41,6 juta dolar untuk 2026 dan 45 juta dolar untuk 2027.
Sejak 1952, pemerintah Jerman telah membayar lebih dari 90 miliar dolar kepada individu atas penderitaan dan kerugian akibat penganiayaan Nazi.
Pada 2023, Claims Conference memproyeksikan akan mendistribusikanratusan juta kompensasikepada lebih dari 200.000 orang yang selamat di 83 negara dan mengalokasikan lebih dari 750 juta dolar dalam bentuk hibah kepada lebih dari 300 lembaga layanan sosial di seluruh dunia yang menyediakan layanan vital bagi para penyintas Holocaust, seperti rumah perawatan, makanan dan obat-obatan.
"Sudah hampir 80 tahun sejak pembebasan Auschwitz, dan kebutuhan untuk merundingkan perawatan korban dan kompensasi menjadi lebih mendesak dari sebelumnya," kata Stuart Eizenstat, negosiator khusus untuk delegasi negosiasi Claims Conference.
"Setiap negosiasi adalah kesempatan terakhir untuk memastikan para penyintas Holocaust menerima keadilan dan kesempatan untuk martabat yang diambil dari mereka di masa muda mereka.Itu tidak akan pernah cukup sampai orang terakhir yang selamat mengambil nafas terakhir mereka," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Raja Malaysia Minta Warga Waspada Gelombang Panas
-
Pembatasan Operasional Angkutan Barang Demi Keselamatan dan Kelancaran Arus Lalu Lintas Selama Angkutan Lebaran
-
Lebih dari 1,16 Juta Wisatawan Kunjungi Hong Kong saat Libur Imlek
-
Penertiban TPU Kober Rawa Bunga di Jatinegara tanpa Relokasi
-
Malaysia Dilanda Banjir, 11.000 Orang di 7 Negara Bagian Dievakuasi
-
Film Animasi “KPop Demon Hunters” Raih Dua Penghargaan di Oscar 2026
-
Gubernur Pramono Ngobrol Serius Tentang Kota Masa Depan Bareng GIZ dan BMZ di Berlin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.