Serbia Targetkan Tekan Emisi 34 Persen Tahun 2030
Minggu, 11 Jun 2023, 18:08 WIBMenteri pertambangan dan Energi Serbia Dubravka ?edovi? mengatakan, Serbia akan menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 34 persen pada akhir dekade ini, seiring Rencana Energi dan Iklim Nasional Terpadu yang akan datang. Ia menambahkan bahwa mengurangi konsumsi energi final sebesar 0,7 persen adalah tujuan yang realistis.
?edovi? menjelaskan, Serbia akan mendeklarasikan target-targetnya untuk energi terbarukan, efisiensi energi, dan pengurangan emisi sebelum akhir tahun ini dengan mengadopsi Rencana Energi dan Iklim Nasional Terintegrasi bersama dengan Strategi Pengembangan Energi.
"Untuk mengurangi emisi gas berbahaya dari tingkat tahun 1990, target kami adalah mengurangi emisi sebesar 34 persen pada tahun 2030 dan 52 persen pada tahun 2040," kata ?edovi? dalam sebuah pidato online di konferensi ReGreen di Ljubljana, Slovenia, dikutip dari Balkan Green Energy News, Senin (5/6).
"Di segmen efisiensi energi, kami menganggap realistis untuk mengurangi konsumsi energi final rata-rata 0,7 persen per tahun," tambahnya.
?edovi? menambahkan, Serbia bertujuan untuk melipatgandakan kapasitas produksi listrik terbarukannya dari 550 MW yang ada saat ini dalam beberapa tahun ke depan.
Sebagai catatan, skenario dalam rancangan rencana nasional INECP atau NECP menetapkan bahwa pengurangan emisi tahunan dapat mencapai 34,2 persen hingga 44,4 persen pada akhir dekade ini. Serbia berhasil mencapai 29 persen pada tahun 2020.
Lebih lanjut, kata dia, pemerintah berencana untuk melipatgandakan kapasitas produksi listrik dari sumber-sumber terbarukan dari 550 MW yang ada saat ini dalam beberapa tahun ke depan.
Ia menyoroti pentingnya mereformasi perusahaan-perusahaan energi milik negara seperti perusahaan batu bara dan produsen listrik Elektroprivreda Srbije (EPS) agar Serbia dapat mandiri secara energi dan mengamankan pasokan.
Menteri menunjukkan bahwa perusahaan dan warga negara perlu berpartisipasi dalam transisi energi dan bahwa keberhasilan tergantung pada dialog antara sektor publik dan swasta.
Bulan lalu, di Forum Energi Beograd, ?edovi? mengatakan bahwa target 45 persen untuk pangsa energi terbarukan dalam produksi energi pada tahun 2030 adalah realistis, sementara angka-angka awal untuk dokumen tersebut adalah antara 49 persen dan 59 persen. Ia menyebut target-target yang akan datang sebagai "ambisius namun realistis."
Sebagai informasi, energi terbarukan adalah energi yang dihasilkan dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui atau diperbarui dalam waktu yang relatif singkat. Sumber daya energi terbarukan ini didasarkan pada siklus alami, seperti matahari, angin, air, panas bumi, dan biomassa. Berbeda dengan sumber daya energi fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara, sumber daya energi terbarukan tidak habis atau dapat diperbarui dengan cepat sehingga dapat diandalkan sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan.
Keuntungan penggunaan energi terbarukan termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca, peningkatan keberlanjutan energi, dan pengurangan ketergantungan pada sumber daya fosil yang terbatas. Namun, tantangan yang terkait dengan energi terbarukan termasuk fluktuasi sumber daya, biaya awal yang tinggi, dan ketergantungan pada faktor-faktor seperti cuaca dan kondisi lingkungan.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Islandia Bidik Jadi Anggota UE, Referendum Digelar Agustus 2026
-
Duolingo Gandeng Niki Ubah Lirik Lagu 'Backburner' Jadi Cara Seru Belajar Bahasa Inggris
-
Rekor Kunjungan Lebaran: 222 Ribu Orang Padati Ragunan dalam Tiga Hari Terakhir
-
Trump dan Xi Jinping akan Bertemu di Beijing 14-15 Mei 2026
-
Pemprov DKI Jakarta Siap Ikuti Arahan Pemerintah Pusat soal Kebijakan WFH
-
Dubes Uni Emirat Arab Temui Pimpinan MPR Eddy Soeparno Tindak Lanjuti Perluasan Kerja Sama Bidang Energi Terbarukan
-
Pertumbuhan Energi Surya Mendorong Energi Terbarukan Global untuk Lampaui Energi Batubara pada Tahun 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.