Dinkes Optimalkan Layanan Kesehatan Masyarakat

Kamis, 08 Jun 2023, 05:21 WIB

JAKARTA - Kualitas udara Jakarta masuk salah satu kategori terburuk di dunia. Menghadapi kondisi demikian, Dinas Kesehatan mengoptimalkan pelayanan kesehatan di Fasyankes untuk mengurangi risiko penularan penyakit akibat udara tidak sehat.

"Dinkes melayani kesehatan di Fasyankes secara optimal untuk mengurangi penularan penyakit," kata Kepala Dinkes Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, Rabu (7/6). Selain itu, ada banyak sosialisasi atau promosi gaya hidup sehat.

Ket. Foto: Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena polusi udara di Jakarta, Selasa (6/6/2023). Berdasarkan situs IQAir, kualitas udara di Jakarta pada Selasa (6/6/2023) pukul 16.52 WIB berada di angka 151 atau menempati posisi ketiga dengan kualitas udara terburuk di dunia. — Sumber: ANTARA/Fauzan

Ani menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan antara lain program promotif (peningkatan kesehatan), preventif (pencegahan penyakit), kuratif (penyembuhan penyakit), dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan) untuk mengantisipasi penyakit akibat buruknya kualitas udara Jakarta. Menurut Ani, udara buruk bisa terjadi karena faktor alam dan manusia. "Yang lebih banyak adalah pencemaran dilakukan manusia," katanya.

Kota Jakarta yang merupakan Ibu Kota negara dengan pergerakan pembangunannya sangat dinamis, secara langsung ataupun tidak akan berdampak ke pencemaran udara, juga ada beberapa provinsi sekitar yang ikut menyumbang pencemaran udara. Faktor lingkungan, kata Ani, berpengaruh sangat besar bagi kualitas udara Jakarta. Polusi bisa juga dari kendaraan bermotor, industri, rumah tangga, dan efek timbunan sampah.

"Lingkungan yang baik untuk Jakarta harus bebas dari polusi udara," ujar Ani. Pada hari Selasa (6/6), indeks kualitas udara Jakarta berada di angka 120 dengan polutan PM 2.5. Nilai konsentrasinya berada di angka 43.1 µg/m³ (mikrogram per meter kubik). Dengan angka-angka tersebut, Jakarta masuk dalam posisi kelima dunia dengan kualitas udara terburuk.

Melihat kondisi tersebut, Dinkes mendorong warga untuk menggunakan transportasi publik guna mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. "Pesan untuk warga, gunakan masker guna mengurangi masuknya udara kotor ke dalam paru-paru," katanya. Selanjutnya segera kunjungi puskesmas terdekat bila terdapat permasalahan akibat udara buruk.

Gaya Hidup

Langkah lain, menurut Ani, Dinkes sosialisasi dan mengedukasi warga akan perlunya gaya hidup sehat menghadapi udara buruk. "Dinkes banyak sosialisasi atau promosi gaya hidup untuk warga," tandas Ani Ruspitawati.

Dia terus melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat, sertamencuci tangan. Dinkes juga mengampanyekan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Ini memiliki pilar: setop buang air besar sembarangan dan cuci tangan pakai sabun. Selanjutnya, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Sosialisasi atau edukasi mengenai dampak polusi udara bagi kesehatan manusia dan pencegahannya. "Dinkes berkolaborasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menangani polusi udara," ujar Ani. Dia berharap kualitas udara Jakarta dan sekitarnya membaik dengan adanya kerja sama dan peran pemerintah bersama-sama masyarakat.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup meluncurkan tiga alat pemantau kualitas udara untuk mengukur dan menjawab permasalahan polusi udara yang memburuk. Peralatan baru ini akan memberi data lebih akurat terkait sumber polusi udara lokal.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.