Potensi IKM Papua Perlu Dikembangkan
Rabu, 07 Jun 2023, 08:37 WIBJAKARTA - Untuk mendorong pertumbuhan jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Tanah Air, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus konsisten melaksanakan program penumbuhan wirausaha baru (WUB). Tak hanya di pusat pertumbuhan, Kemenperin terus aktif mengangkat potensi industri dan menggenjot daya saing pelaku IKM di berbagai lokus, baik di pesantren, daerah 3T, serta daerah lain, dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam program WUB.
Salah satu kegiatan dalam program WUB adalah penyelenggaraan Seminar untuk WUB IKM yang bertujuan memberikan wawasan dan menumbuhkan pelaku wirausaha dengan memanfaatkan potensi pada setiap daerah. "Kami harap kegiatan ini memberikan pengetahuan teknis dasar mengenai izin berusaha berbasis risiko, dan bagaimana berwirausaha pada bidang yang ditentukan," ucap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Reni Yanita di Jakarta, Selasa (6/6).
Baru-baru ini, Ditjen IKMA telah menyelenggarakan beragam seminar bagi WUB IKM di Indonesia Timur. Salah satunya yaitu di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Terdapat enam seminar yang telah diselenggarakan.
Reni mengungkapkan, Kabupaten Jayawijaya memiliki potensi komoditas pangan olahan hasil pertanian dan perkebunan yang dapat dimanfaatkan oleh wirausaha IKM. Berdasarkan laporan BPS - Kabupaten Jayawijaya dalam Angka 2021, produksi tanaman pangan terbesar pada 2020 yaitu ubi jalar dengan produksi sebesar 73.891 ton. Khusus di Kecamatan Wamena, ubi jalar yang dihasilkan bahkan mencapai 1.589 ton.
Produk Olahan
Selain itu, terdapat produksi jagung sebanyak 40 ton dan kacang tanah sebanyak 23 ton. Ada pula komoditas buah merah, yang menurut wirausahawan setempat, telah berhasil diolah menjadi selai dan sambal.
Tak hanya itu, tanaman buah jeruk, nanas, dan pisang merupakan tanaman buah paling banyak ditanam di Jayawijaya. Untuk tanaman perkebunan, produksi terbanyak yaitu berupa biji kopi, dengan hasil panen yang meningkat dari 2019 sebanyak 127,8 ton menjadi 132,9 ton pada 2020.
Berdasarkan data dari papua.go.id, jumlah industri kecil di Kabupaten Jayawijaya tercatat sebanyak 101 unit usaha dengan tenaga kerja mencapai 354 orang. Kelompok industri terbanyak berasal dari sektor industri logam dan elektronik (34 unit usaha), selanjutnya diikuti oleh industri makanan, minuman dan tembakau (25 unit usaha) dan industri kerajinan umum (25 unit usaha), industri kimia dan bahan bangunan (11 unit usaha) serta industri tekstil, pakaian dan kulit sebanyak 6 unit usaha.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Setop Jadi Penonton! Kemenperin Bongkar Jurus Cetak SDM Industri Jemput Investasi Tiongkok
-
Jaga Keberlanjutan, Kemenperin Dorong Rumah Sakit Patuhi Standar Lingkungan
-
Kemenperin: Asesor Kompetensi Kunci Transformasi Manufaktur yang Adaptif
-
Enam Perusahaan Grup Astra dan Yayasan Astra Resmi Memulai Program IKM Development 2026 dalam Perkuat Rantai Pasok Industri Nasional
-
Bungkus Produk Asal-asalan? Menperin: IKM Bisa Kalah Saing Kalau Kemasan Nggak Naik Kelas
-
Lawan Serbuan Impor! Kemenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja Rp300 M di Subang, 40% Buat Ekspor
-
Perkuat Ekosistem, Kemenperin Libatkan IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.