Pemerintah Harus Buka Kompetisi Lebih Luas ke Investor Baterai EV

Rabu, 07 Jun 2023, 00:04 WIB

» IRA tawarkan kredit pajak miliaran dollar AS kepada perusahaan baterai yang diekstraksi di AS.

» Korea Selatan berencana menggunakan RI sebagai pusat global utama untuk produksi kendaraan listrik.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: NASA - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Pemerintah diminta lebih membuka diri dalam mengundang investor baterai kendaraan listrik (electronic vehicle/EV), bukan hanya dengan Tiongkok, tapi juga negara-negara lain. Hal itu bertujuan agar nikel produksi Indonesia bisa diterima di dunia.

Pakar ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Bambang Budiarto, mengatakan tidak bisa dipungkiri kalau negara-negara seperti Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Eropa saat ini telah menjadi pemain utama dalam industri baterai dan mobil listrik.

Mereka memiliki perusahaan-perusahaan besar, seperti BYD, CATL, LG Chem, Panasonic, Tesla, dan lain-lain yang telah menginvestasikan sumber daya dan teknologi dalam pengembangan baterai dan mobil listrik.

"Mencermati hal tersebut, tentunya lebih menguntungkan bagi kita apabila membuka pintu kompetisi di antara mereka dalam berinvestasi di Indonesia, untuk kemudian nantinya kita bisa menentukan, memilih yang terbaik dan paling bersaing, paling efisien, dan yang paling menguntungkan bagi industri dan konsumsi dalam negeri," kata Bambang.

Apalagi AS sebagai produsen mobil listrik terbesar dunia sudah mengenakan tarif yang tinggi dan tidak akan membeli baterai dari perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Tiongkok.

Sebagai informasi, proyek pengembangan industri berbahan nikel di Indonesia dikuasai Tiongkok yang diduga bekerja sama dengan para kroni. Makanya, beberapa waktu lalu ada perusahaan Korea Selatan, Posco, yang membangun pabrik baterai dari bahan nikel di Indoensia, tetapi belum tentu laku di pasaran. Pabrik yang dibangun Korea itu bahan bakunya masih di bawah kendali perusahaan Tiongkok. Kini, perusahaan Korea itu bingung karena sebagian besar produksi dilempar ke AS sebagai produsen terbesar mobil listrik.

Undang-Undang Pengurangan Inflasi AS atau Inflation Reduction Act (IRA) menawarkan kredit pajak miliaran dollar AS kepada perusahaan baterai hanya jika persentase tertentu dari nilai mineral penting yang terkandung dalam produk mereka diproses atau diekstraksi di AS atau oleh mitra dengan perjanjian perdagangan bebas.

Kalau AS menolak membeli baterai dari Indonesia maka industri nikel akan susah berkembang karena hanya bisa dijual di negara-negara Asia khususnya Asia Tenggara.

"Korea Selatan berencana menggunakan Indonesia sebagai pusat global utama untuk produksi kendaraan listrik. Tapi tanpa konsesi dari AS, itu akan sulit. Paling-paling Indonesia bisa berakhir sebagai pusat produksi regional," kata Kyunghoon Kim, peneliti di Korea Institute for International Economic Policy, seperti dikutip dari Financial Times.

Tidak Ragu

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, kepada JP Ong dari CNBC, mengatakan investor harus mempertimbangkan berinvestasi di Indonesia karena peluang dari energi terbarukan hingga sumber daya mineral seperti nikel, tembaga, dan kobalt sangat terbuka.

"Selama pandemi, kami berhasil menjaga pertumbuhan kami. Tahun lalu, kami tumbuh 5,3 persen dan tahun ini mungkin mencapai 5,4 persen. Inflasi tahun lalu mencapai lebih dari 5 persen, dan tahun ini diperkirakan kita akan dapat di bawah 4 persen. Artinya, kami bisa mengelola ekonomi kami dengan sangat baik. Ini sekali lagi akan memberi kepercayaan pada investor dan saya tidak meragukan Foreign Direct Investment (FDI) akan membawa dana ke Indonesia," kata Luhut.

Terutama dalam isu dekarbonisasi saat ini, Indonesia, kata Luhut, memiliki begitu banyak sumber energi terbarukan dengan 430 gigawatt, seperti geotermal, panel surya, pembangkit tenaga angin, tenaga air, dan lain-lain.

"Saya juga baru kembali tur sembilan hari di Tiongkok, mengunjungi industri-industri di sana, mereka tertarik. Karena kami punya bauksit, kobalt, nikel, dan lainnya. Biaya di Indonesia lebih murah dan kami pro lingkungan. Saya telah berbicara dengan banyak investor dan mereka tertarik. Sistem investasi kami sudah transparan. Kalau ada masalah, mereka bisa datang ke saya dan bicara," kata Luhut.

Indonesia, kata Luhut, juga telah menyiapkan ekosistem sehingga tidak hanya sekadar mengundang investor untuk membangun satu pabrik, tapi seluruh ekosistem, seperti untuk industri baterai kendaraan listrik.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.