Perkuat Kolaborasi, BPBD Ponorogo: Pembangunan Huntara Korban Tanah Retak Tunggu Izin KLHK
Senin, 29 Mei 2023, 01:13 WIBPonorogo - Perkuat kolaborasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menyatakan bahwa rencana pembangunan hunian sementara bagi warga yang terdampak atau menjadi korban tanah retak di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, masih menunggu izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
"Itu karena rencana pembangunan 42 unit huntara menggunakan lahan di petak 149 Lunggur Mojo yang merupakan kawasan hutan pengelolaan Perhutani hingga belum mengantongi izin dari beberapa instansi, khususnya dari KLHK," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo Sapto Jatmiko di Ponorogo, Ahad.
Saat ini, Pemkab Ponorogo terus memperjuangkan perizinan untuk pemanfaatan kawasan hutan di petak 149 Lunggur Mojo yang berada tak terlalu jauh dari lokasi tanah retak.
Menurut diakepastian izin lahan ini penting agar huntara yang dijanjikan Pemprov Jatim untuk warga terdampak, bisa segera dimulai.
"Kami juga tidak ingin permasalahan ini berlarut-larut, mengingat kondisi para pengungsi yang mulai jenuh," katanya.
Ia menambahkan, dalam proses tersebut pemkab Ponorogo hanya bertanggung jawab menyiapkan lahan, termasuk ganti rugi tegakan pohon di lokasi relokasi.
Anggaran untuk ganti-rugi tegakan itu, kata dia, juga sudah disiapkan, bersumber dari BTT (belanja tidak terduga) APBD 2023.
Sedangkan untuk pembangunan 42 huntara tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi.
"Kalau huntara itu dari BTTprovinsi, kita hanya siapkan lahan untuk relokasi," kata SaptoJatmiko.
Sebelumnya, Bencana tanah retak terjadi di Dukuh Sumber, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (26/2/2023).
Akibat kejadian tersebut, 43 kepala keluarga atau 139 jiwa harus mengungsi.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Walkot Farhan Wanti-wanti BPBD Bandung Akan Potensi Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan, Ini Respons Kapolri
-
Pariwisata RI Makin Bergairah! Sebanyak 1,25 Juta Wisman Datang dalam Sebulan
-
Kamis (11/6) Pagi Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 di Pegadaian Turun
-
Ekonomi Syariah Indonesia Dinilai Belum Optimal karena Kurang Integrasi
-
Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia
-
Winongo Naik Kelas, Yogyakarta Siapkan Festival Seni Budaya Jadi Agenda Tahunan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.