Dunia Bisnis di AS Terpuruk, Media The Hill Laporkan Angka Kebangkrutan Terus Meningkat
Rabu, 24 Mei 2023, 13:03 WIBNEW YORK - Kondisi perekonomian di Amerika Serikat (AS) tidak dalam keadaan baik-baik saja meskipun tak terjadi resesi di Negara Adidaya tersebut. Selain sektor keuangan, dunia bisnis di Negeri Paman Sam mulai gonjang-ganjing.
Kabar tak sedap tersebut diungkapkan media AS, The Hill. Dalam artikel opininya, The Hill melaporkan semakin banyak perusahaan AS yang menyatakan bangkrut meskipun tak ada resesi resmi di dalam negeri.
"Menurut laporan baru dari S&P Global, jumlah perusahaan yang bangkrut pada tahun 2023 lebih tinggi dari empat bulan pertama setiap tahun sejak 2010," kata artikel yang diterbitkan akhir pekan lalu.
Hingga April tahun ini telah menjadi 236 perusahaan, lebih dari dua kali lipat angka yang sebanding tahun lalu dan lebih tinggi dari 12 tahun sebelumnya.
Yang memimpin adalah perusahaan yang menjual langsung ke konsumen, dengan Bed, Bath & Beyond menjadi yang paling terkenal, diikuti oleh industri dan kemudian jasa keuangan, catatnya.
Layanan lain yang melacak kebangkrutan melaporkan bahwa pengajuan kebangkrutan komersial dari tahun ke tahun hingga Maret naik 24 persen, dan pengajuan reorganisasi Bab 11 komersial meningkat 79 persen.
Menurut statistik yang dikeluarkan oleh Kantor Administratif Pengadilan AS, total pengajuan kebangkrutan naik hanya 2,0 persen dibandingkan dengan kasus pada tahun sebelumnya. "Namun pengajuan perusahaan meningkat 9,9 persen," tambahnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pertamina Patra Niaga Tebar THR E-Voucher Rp150 Juta Mulai 23 Februari - 10 Maret 2026, Ini Cara Dapatkannya!
-
PT KAI: Tiket Lebaran 2026 Masih Tersedia
-
Cegah Judol Merajalela, Polri Minta Perbankan Perketat Prosedur Pembukaan Rekening
-
Dua Rumah Warga Terdampak Tanah Longsor di Situbondo
-
Kinerja Moncer Berkat Proyek Komersial, DADA Target Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
-
Liga Inggris: Arsenal Buang Kesempatan, Manchester City Incar Puncak Klasemen
-
Cegah Gagal Panen, Petani di Kabupaten Lebak Diminta Gunakan Varietas Inpari dan Inpago
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.