229 Perguruan Tinggi Kerja Sama di Program Praktisi Mengajar
Jumat, 19 Mei 2023, 01:01 WIBJAKARTA - Sebanyak 229 perguruan tinggi menjalin kerja sama dalam program Praktisi Mengajar 2023. Hal ini untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan program.
"Semoga pelaksanaan Program Praktisi Mengajar Angkatan 2 tahun 2023 bisa benar-benar memenuhi harapan yang sudah kita targetkan bersama," tutur Direktur Sumber Daya, Direktorat Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian, Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Mohammad Sofwan Effendi, di Jakarta, Rabu (17/5).
Dia menyebut, Praktisi Mengajar adalah program yang bertujuan agar lulusan perguruan tinggi lebih siap untuk masuk ke dunia kerja. Program ini mendorong kolaborasi aktif dosen dengan praktisi ahli agar tercipta pertukaran ilmu dan keahlian yang mendalam.
Sofwan menambahkan, mata kuliah dirancang dan dikelola secara bersama atau secara kolaboratif antara dosen dengan praktisi. Sehingga mahasiswa dapat memperoleh pembelajaran holistik yang menghubungkan teori dengan praktik lapangan dan lebih siap untuk terjun ke dunia kerja.
"Kolaborasi ini dilakukan dalam mata kuliah yang disampaikan di ruang kelas, baik secara luring maupun secara daring," tandasnya.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi, Kemendikbudristek, Muhammad Fajar Subkhan, mengungkapkan bahwa program Praktisi Mengajar merupakan wadah kemitraan dan penyelarasan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri.
Menurutnya, sistem pendidikan perlu disesuaikan guna menghubungkan teori dan praktik di lapangan. "Supaya pembelajaran di perguruan tinggi lebih relevan dengan perubahan sosial budaya serta kebutuhan dunia kerja, dan lulusan yang dihasilkan menjadi intelektual yang siap berkarya," katanya.
Peningkatan Signifikan
Kepala Program Praktisi Mengajar, Gamaliel Waney, menerangkan bahwa pelaksanaan Program Praktisi Mengajar Angkatan 1 Tahun 2022 lalu mendapatkan penerimaan yang sangat baik dari perguruan tinggi, dosen, praktisi, dan tentunya juga dari mahasiswa. Pelaksanaan angkatan pertama telah menghasilkan lebih dari 4.500 mata kuliah kolaborasi yang melibatkan ribuan praktisi di lebih dari 250 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
"Pada pelaksanaan angkatan kedua tahun 2023, terdapat peningkatan yang signifikan baik dari jumlah mata kuliah kolaborasi maupun jumlah praktisi," tambahnya.
Sebanyak 4.738 praktisi akan hadir di kelas kelas perkuliahan dengan 7.935 mata kuliah kolaborasi yang akan dilaksanakan. Angka ini meningkat signifikan di mana tahun lalu terdapat 4.046 praktisi yang terlibat dan 4.966 mata kuliah kolaborasi.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Mandalika Racing Series 2025 Ajang Bergengsi Jelang MotoGP Mandalika
-
KKP Tempuh Banyak Cara Sejahterakan Nelayan Termasuk Lewat Program KNMP
-
SBY Cemas Perang Dunia III Meletus, Dorong PBB Gelar Sidang Darurat
-
Sabalenka Atasi Paolini di Laga Pembuka WTA Finals Riyadh
-
Mensos: Sekolah Rakyat Model Pengentasan Kemiskinan Terpadu`
-
Brigjen TNI Wahyu Yudhayana Jabat Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres).
-
Anda Berpuasa dan Tetap Ingin Berolahraga? Ini Strategi dan Saran Dokter
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.