- Home
-
- Luar Negeri
-
- Akhirnya Dubes AS Minta Ma...
Akhirnya Dubes AS Minta Maaf Karena Tuduh Afsel Kirim Senjata ke Russia
Minggu, 14 Mei 2023, 00:32 WIBJohannesburg - Akhirnya Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan (DIRCO) mengungkapkan bahwa Duta Besar Amerika Serikat untuk negara ini,Reuben Brigety, telahmeminta maaf kepada pemerintah dan rakyat Afrika Selatan atas pernyataannya mengenai pasokansenjata kepadaRussia.
DIRCO memanggil Brigety pada Jumat (12/5) atau sehari setelah dia melontarkan pernyataan kepada wartawan mengenai keyakinan Amerika Serikat bahwa Afrika Selatan telah memasok senjata kepadaRussia kendati mengklaim pernyataan itu netral.
DIRCO menyampaikan ketidaksenangan pemerintah Afrika Selatan terhadap perilaku dan pernyataan duta besar Amerika Serikat itu yang menuduh Afrika Selatan menjual senjata kepada Russia.
"Setelah bertemu hari ini, Duta Besar Reuben Brigety mengakui telah melewati batas dan terus terang meminta maaf kepada pemerintah dan rakyat Afrika Selatan," kata DIRCO,Jumat waktu setempat.
Istana Kepresidenan Afrika Selatan menyatakan sangat memprihatinkan pernyataan diplomat Amerika Serikat itu dan akan mengadakan penyelidikan independen yang dipimpin seorang purna hakim untuk menyelidiki tudingan tersebut.
Brigetysebelumnya mengungkapkan sebuah kapal kargo Russia bernamaLady R yang berlabuh di pangkalan angkatan laut Simon's Town di Cape Town dari 6-8 Desember 2022 telah memuat senjata dan amunisi saat kembali ke Russia.
Usai dipanggil dan berbicara dengan Menteri Luar Negeri Afsel Naledi Pandor, Brigety mengakui telah menimbulkan kesalahpahaman di Afrika Selatan.
"Saya menegaskan kembali kemitraan yang kuat antara kedua negara kami dan agenda penting yang diembankan presiden kami kepada kami," cuitdia dalamTwitter.
DIRCO mendesak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Pretoria untuk menggunakan saluran diplomatik yang ada untuk menyampaikan keprihatinan atau mencari penjelasan untuk kesalahpahaman yang mungkin timbul dari hubungan kedua negara.
DIRCO menyatakan Afrika Selatandikenal duniakarena memiliki salah satu proses paling ketat saat harus menjual senjata ke negara lain.
"Proses ini dikelola oleh Komisi Pengawasan Senjata Nasional (NCACC) yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Parlemen, Undang-Undang Pengawasan Senjata Konvensional Nasional Nomer 41 Tahun 2002 (Undang-Undang NCAC), dan Konstitusi," kata DIRCO.
Menteri Luar Negeri Amerika SerikatAntony Blinken juga sudah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Afrika Selatan untuk menekankan pentingnya kemitraan strategis antarakedua negara.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menu Favorit Ramadhan di Malut: Gohu Ikan Disantap dengan Sagu dan Ubi Rebus
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
-
Mengenal Sistem Peluru Kendali S-500 Prometey aka Samoderzhets
-
Kemendikdasmen Prioritaskan Anggaran Revitalisasi Bangun 1 TK di 1 Desa
-
Pasca Lebaran, Satgas Saber Pangan Terus Pantau Pasar
-
Pemkot Tangerang: Program Beasiswa Sekolah Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia
-
Dorong Substitusi Impor, Kemenperin Pertemukan Industri Produsen dan Pengguna Pati Ubi Kayu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.