• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • 6 Fakta tentang Semut yang...

6 Fakta tentang Semut yang Belum Diketahui, Luar Biasa Menakjubkan!

Minggu, 14 Mei 2023, 11:06 WIB

Charlie Durant, University of Leicester; Max John, University of Leicester, dan Rob Hammond, University of Leicester

Pernahkah Anda melihat semut tahun ini? Di Inggris, semut itu mungkin semut kebun hitam, yang dikenal sebagai Lasius niger-semut paling umum di Eropa. Ia adalah salah satu di antara 12.000 hingga 20.000 spesies semut, mereka adalah momok para tukang kebun-tapi juga spesies yang menarik.

Ket. Foto: Semut pekerja. — Sumber: Thoughtco/Getty Images/Gail Shumway

Semut pekerja kecil, hitam, tak bersayap berlarian di trotoar, merangkak pada tanaman Anda, merawat kutu daun, atau mengumpulkan remah-remah lezat dari dapur Anda. Sedangkan semut terbang yang kadang-kadang muncul di malam musim panas yang hangat sebenarnya adalah saudara kandung dari pekerja bersayap ini. Tidak hanya itu, berikut hal-hal lain yang menarik soal semut:

1. Kebanyakan semut yang Anda lihat adalah betina

Semut memiliki sistem kasta. Ada pembagian tanggung jawab di antara mereka. Ratu adalah pendiri koloni, dan perannya adalah bertelur. Semut pekerja semuanya perempuan, dan mereka ini bertanggung jawab atas pekerjaan koloni yang harmonis.

Tugas mereka berkisar dari merawat ratu dan yang muda, mencari makan, mengawasi konflik di koloni, dan membuang kotoran. Semut pekerja kemungkinan besar tidak akan pernah memiliki keturunan sendiri. Sebagian besar telur berkembang sebagai pekerja, tetapi begitu koloni siap, sang ratu menghasilkan generasi reproduktif berikutnya yang akan melanjutkan hidupnya untuk memulai koloni sendiri.

Nasib seekor semut betina akan menjadi pekerja atau menjadi ratu pada dasarnya ditentukan berdasarkan diet, bukan genetika. Larva semut betina mana pun bisa menjadi ratu, yakni mereka yang menerima diet kaya protein. Larva lainnya menerima lebih sedikit protein, yang menyebabkan mereka berkembang sebagai pekerja.

2. Semut jantan hanya agen reproduktif bersayap



Tidak seperti manusia, dengan kromosom X dan Y, jenis kelamin semut ditentukan oleh jumlah salinan genom yang dimilikinya.

Semut jantan berkembang dari telur yang tidak dibuahi sehingga tidak menerima genom dari ayah. Ini berarti bahwa semut jantan tidak memiliki ayah dan tidak dapat memiliki anak laki-laki, tapi mereka memiliki kakek dan dapat memiliki cucu lelaki. Semut betina, sebagai perbandingan, berkembang dari telur yang dibuahi dan memiliki dua salinan genom-satu dari ayah mereka dan satu dari ibu mereka.

Semut jantan berfungsi layaknya sperma yang bersayap. Hanya memiliki satu salinan genom berarti setiap sperma mereka secara genetik identik dengan diri mereka sendiri. Dan pekerjaan mereka selesai dengan cepat; mereka mati setelah kawin, meskipun sperma mereka hidup terus, mungkin selama bertahun-tahun-pada dasarnya tugas mereka hanyalah untuk reproduksi.

3. Setelah ratu tidak makan selama berminggu-minggu

Ketika kondisinya hangat dan lembab, ratu perawan dan jantan bersayap meninggalkan sarangnya untuk mencari pasangan. Ini adalah perilaku yang terlihat pada "hari semut terbang ". Pada spesies L. niger, perkawinan terjadi pada saat terbang, seringkali ratusan meter di atas tanah sehingga memerlukan cuaca yang baik. Setelah itu, ratu jatuh ke tanah dan melepaskan sayap mereka, sementara jantan tidak lama kemudian mati. Ratu yang telah kawin kemudian memilih situs untuk sarang dan menggali ke dalam tanah yang lembut akibat hujan yang baru terjadi.

Setelah berada di bawah tanah, para ratu tidak akan makan selama berminggu-minggu-sampai mereka telah menghasilkan pekerja anak betina mereka sendiri. Mereka menggunakan energi dari simpanan lemak mereka dan otot-otot penerbangan yang berlebih untuk bertelur, yang telah dibuahi oleh sperma dari perkawinan mereka di angkasa. Ini adalah stok sperma yang sama yang diperoleh dari jantan yang sudah lama mati yang memungkinkan seorang ratu untuk terus memiliki telur terbuahi sepanjang hidupnya. Ratu tidak pernah kawin lagi.

4. Membuat semut jalan: kerja sama, kematian, dan perbudakan

Terkadang dua L. niger ratu bersatu untuk menemukan sebuah sarang. Asosiasi yang awalnya kooperatif ini-yang meningkatkan kemungkinan mendirikan koloni-bubar begitu pekerja dewasa baru muncul dan kemudian para ratu bertarung sampai mati. Jahatnya, koloni L. niger terkadang mencuri induk dari tetangga mereka, menempatkan mereka untuk bekerja sebagai budak.

Perbudakan telah berkembang di sejumlah spesies semut, meski mereka juga menunjukkan kerja sama pada tingkat yang luar biasa. Contoh ekstremnya adalah "supercolony" semut Argentina (Linepithema humile) yang tinggal memanjang pada lebih dari 6.000 kilometer garis pantai Eropa, dari Italia hingga Spanyol barat laut, dan terdiri dari miliaran pekerja dari jutaan sarang yang bekerja sama.

5. Ratu semut dapat hidup selama beberapa dekade, jantan selama seminggu

Setelah membangun koloninya, pekerjaan sang ratu belum selesai dan ia masih memiliki bertahun-tahun ke depan untuk bertelur. Di laboratorium, ratu L. niger telah hidup selama hampir 30 tahun.

Semut pekerja hidup selama sekitar satu tahun, sedangkan semut jantan sedikit lebih dari satu minggu (meskipun sperma mereka hidup lebih lama). Perbedaan umur panjang yang luar biasa ini murni karena perbedaan ekspresi gen mereka.

6. Semut dapat membantu manusia dan lingkungan

Semut memiliki pengaruh besar dalam ekosistem di seluruh dunia dan peran mereka beragam. Sementara beberapa semut dianggap hama, yang lain bertindak sebagai agen pengontrol biologis. Semut menguntungkan ekosistem dengan membantu penyebaran benih, penyerbukan tanaman, serta membantu meningkatkan kualitas tanah.

Semut juga dapat bermanfaat bagi kesehatan kita, sebagai sumber potensial obat-obatan baru seperti antibiotik .

Jadi ketika Anda selanjutnya melihat semut, sebelum Anda berpikir untuk membunuhnya, pikirkan betapa menarik mereka sebenarnya.

Las Asimi Lumban Gaol menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.The Conversation

Charlie Durant, PhD Candidate, Department of Genetics and Genome Biology, University of Leicester; Max John, PhD Candidate, Department of Genetics and Genome Biology, University of Leicester, University of Leicester, dan Rob Hammond, Lecturer, Department of Genetics and Genome Biology, University of Leicester

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.