Momen Jadikan Perawat Sebagai Investasi Kesehatan di Hari Perawat Sedunia

Jumat, 12 Mei 2023, 21:08 WIB

JAKARTA - Kepala Seksi Pengendalian Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita Jakarta Sarvita Dewi mengatakan bahwa Hari Perawat Sedunia adalah momen menjadikan perawat untuk investasi kesehatan di masa depan.

"Sudah waktunya kita melakukan perubahan untuk menjadikan perawat sebagai investasi kesehatan, karena investasi akan berdampak di masa depan, dengan melindungi perawat, ke depan perawat akan menjadi aset untuk meningkatkan dan mengatasi kesehatan global," kata Vita pada diskusi tentang Hari Perawat Sedunia oleh Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat.

Ket. Foto: Ilustrasi - Perawat mengevakuasi pasien keluar dari gedung RSUD Dok 2 Jayapura setelah terjadinya gempa bumi di Jayapura, Papua, Kamis (9/2). — Sumber: ANTARA/Gusti Tanati

Tahun ini, tema yang diangkat oleh Konsil Keperawatan Internasional adalah "Perawat kita, masa depan kita."

"Melalui tema ini, Konsil Keperawatan Internasional ingin menekankan dan mengingatkan kembali bahwa kesehatan global juga ditentukan salah satunya oleh perawat, jadi kita belajar kembali dari kejadian pandemi kemarin, tentang betapa pentingnya peran perawat sebagai investasi masa depan yang harus dilindungi, dihormati, dan dihargai," ujar Vita.

Vita juga mengisahkan, dirinya telah mengabdi sebagai perawat selama 30 tahun sejak 1993. Menurutnya, dalam melakoni profesi sebagai perawat tentu banyak suka duka yang dialami.

"Ada dua kejadian duka yang membekas saat bekerja, sebagai perawat anak, saya harus merawat anak yang sedang sakit di rumah sakit, tapi di rumah, anak saya juga sedang sakit, tapi kan itu bukan alasan untuk tidak berangkat kerja, jadi kita harus punya keyakinan kalau yang di rumah akan merawat anak kita dengan baik," tuturnya.

Ia juga mengisahkan, duka yang mendalam dirasakan saat dirinya sudah memiliki hubungan baik dengan pasien, misalnya pasien dengan penyakit kronis, karena akan berkomunikasi setiap hari dan dalam waktu yang cukup lama.

"Kita akan bertemu dengan pasien dengan penyakit tersebut cukup lama, komunikasinya juga sudah cukup baik, dan akrab dengan pasien dan orang tua, tetapi ada beberapa penyakit yang memang tidak bisa disembuhkan, sehingga pasien ini harus berpulang. Itu bukan hanya kesedihan yang ditanggung keluarga,tetapi juga untuk kita yang sudah merawat sehari-hari," kata Dia.

Selain duka, Vita juga bercerita tentang kebanggaannya saat berhasil menangani pasien yang gawat darurat sehingga bisa pulih lagi, atau saat menjadi orang pertama yang menyaksikan bayi lahir di dunia.

"Kalau ada pasien gawat darurat, kita rawat terus pulih itu kebanggaan, terus pasien yang masuk dengan penyakit parah lalu bisa sembuh, itu juga kebanggaan," katanya.

Ia mengatakan, menjadi orang pertama yang dilihat oleh bayi yang pertama lahir ke dunia, itu juga kebanggaan dan kebahagiaan demikian juga saat bisa mengiringi pasien yang meninggal dan mendampingi kehidupan akhir yang berkualitas.

Hari Keperawatan Internasional sudah dicanangkan sejak tahun 1974 oleh Konsil Keperawatan Internasional tepat pada 12 Mei untuk memperingati hari lahir ibu keperawatan dunia, Florence Nightingale, yang dikenal dengan sosokLady with The Lampatau perempuan yang membawa lampu.

"Florence adalah tokoh keperawatan pertama yang mengenalkan prinsip keperawatan modern, jadi sebelum ini keperawatan tidak terlalu dianggap penting. Beliau mengenalkan bahwa dengan keperawatan yang baik, maka kesehatan juga meningkat," tutur Vita.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.