Waspadai Cuaca Ekstrem Saat Pancaroba di Sumatera Selatan
Senin, 08 Mei 2023, 20:58 WIBPALEMBANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sumatera Selatan mengimbau warga di wilayah itu waspadai cuaca ekstrem pada saat pergantian musim atau pancaroba.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sumsel Nandang Pangaribowo di Palembang, Senin, mengatakan pada saat musim pancaroba itu biasanya suhu udara akan naik secara signifikan dan merasakan panas, namun beberapa hari berikutnya akan hujan yang singkat namun cukup deras, disertai petir, dan angin kencang.
"Oleh sebab itu masyarakat diimbau untuk mewaspadai kondisi saat pancaroba tersebut bila ingin beraktivitas di luar rumah untuk mewaspadai kondisi cuaca tersebut," katanya.
Pada kondisi cuaca tersebut juga, katanya, untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, untuk berhati dalam berkendara, karena pada saat hujan lebat itu jarak pandang berkurang.
"Lalu menghindari pohon pohon dan bangunan yang mudah runtuh bila terkena angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan warga," ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan agar warga jaga selalu kesehatan, karena pada saat pancaroba itu terjadinya perubahan suhu secara mendadak, dimana hal itu dapat mengganggu Kesehatan.
BMKG juga memprakirakan puncak musim kemarau di wilayah itu pada Juli-Agustus.
Pada Juli itu puncak musim kemarau di bagian barat Sumsel, yaitu Kota Lubuklinggau, Kota Pagar Alam, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Empat Lawang, dan Kabupaten Lahat.
Pada Agustus di bagian tengah dan timur Sumsel, yaitu Kabupaten Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, OKU Timur, Ogan Ilir, Banyuasin, Ogan Komering.
Berdasarkan data yang dihimpun BMKG Sumsel, potensi El Nino akan terjadi pada semester kedua Tahun 2023.
"Sehingga semua pihak pemangku kepentingan berkaca dari tahun 2015 dan 2019 yang terjadinya El Nino. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup signifikan di wilayah Sumsel yang menyebabkan asap dapat timbul hingga masuk ke Kota Palembang," katanya.*
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Yura Yunita Bikin Penonton Tegang! Terbang sebagai Mahadewi, Ternyata Naik Motor di Balik Panggung
-
Stabilkan Harga, Bapanas dan Kementerian Pertanian Fasilitasi Distribusi Cabai
-
Como vs RB Leipzig: Tim Debutan Liga Champions Tantang Semifinalis 2020
-
Karhutla Indonesia Dapat Respons Negara Tetangga Lewat ASEAN, Kedaulatan RI Tetap Dihormati
-
Cegah Karhutla Makin Meluas, Tahura Dishut Kalsel Bentuk 18 Masyarakat Peduli Api
-
Kapolresta Karawang: Kesadaran Tertib Lalu Lintas Harus Ditanamkan Sejak Dini.
-
170 Pendaki Semeru Berhasil Dievakuasi dari Ranu Kumbolo Akibat Kebakaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.