Orang Utan, Satwa Asli Indonesia yang Jadi Perhatian Dunia
Senin, 08 Mei 2023, 11:51 WIBMEDAN - Pendiri Yayasan Orang Utan Sumatera, Lestari Panut Hadisiswoyo, menyebutkan keberadaan orang utan di Indonesia sudah menjadi perhatian karena spesies kera besar ini diakui sebagai aset genetik yang penting bagi kelangsungan ekosistem hutan tropis.
"Sudah sejak lama sebenarnya orang utan menjadi perhatian dunia, karena keberadaannya yang memang penting bagi ekosistem hutan tropis. Masih sangat menjadi perhatian,' katanya di Medan, Sumatera Utara, Senin (8/5).
Orang utan Sumatera dan Orang utan Tapanuli menjadi perhatian dunia karena satwa yang dilindungi tersebut memiliki karisma tersendiri sebagai species yang banyak memiliki keunikan. Orang utan menjadi perhatian banyak ilmuan, namun populasinya terancam karena habitatnya yang semakin berkurang.
Berbagai hal menjadi penyebab terancamnya populasi orang utan, diantaranya habitatnya yang juga terus berkurang, perburuan, dan juga konflik dengan manusia dampak dari alih fungsi hutan menjadi perkebunan.
Orang utan, lanjut dia, harus menjadi sentral perhatian, khususnya di kawasan ASEAN. Artinya, kata dia, hal ini harus bisa menjadi salah satu entri poin bagaimana mendapatkan dukungan dari dunia untuk perlindungan konservasi orang utan, terutama di kawasan ASEAN.
"Orang utan di Kalimantan saat ini sekitar 50 ribu, di Malaysia sekitar 5 ribu, di Kawasan Ekosistem Leuser sekitar 13,700, dan di Tapanuli sekitar 800 individu. Keberadaan mereka terus mengalami ancaman karena habitatnya terus berkurang, dampak aktivitas manusia yang membuka hutan untuk perkebunan dan pertambangan," katanya.
Menurut dia, komitmen pemerintah dan semua pihak sangat dibutuhkan agar keberadaan orang utan itu tetap lestari, diantaranya komitmen dalam pengelolaan kawasan hutan yang tersisa agar tetap memiliki fungsi bagi daya dukung populasi.
"Kita semua harus memahami bahwa ekosistem hutan tropis tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Skenario mengubah fungsi hutan akan sangat berdampak besar pada kelangsungan populasi orang utan yang tersisa. Program edukasi kepada masyarakat juga sangat penting bahwa kehidupan kita sangat terkait erat dengan ekosistem. Menyelamatkan orang utan, artinya kita menyelamatkan ekosistem," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
-
Ancaman Rob April 2026: Fredy Setiawan Perintahkan Bongkar Hambatan Saluran Air
-
Kebakaran Hanguskan Gudang Katering di Ragunan, Jaksel
-
Ini Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan ke-29: Newcastle vs Manchester United & Wolves vs Liverpool
-
Lindungi Ternak di Jabar, Kementan Distribusikan 151 Ribu Dosis Vaksin PMK
-
Penyelundupan 179 Ekor Kura-kura yang Dilindungi Berhasil Digagalkan
-
Puluhan Kepiting Kenari Diamankan Karantina Sulsel di Pelabuhan Makassar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.