Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Survei Nasional Ungkap Berapa Gaji Dosen di Indonesia, Layakkah?

📅 Senin, 08 Mei 2023, 13:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasil Survei Nasional Ungkap Berapa Gaji Dosen di Indonesia, Layakkah? Doc: The Conversation
Ket. Hasil survei nasional yang diikuti hampir 1.200 partisipan dosen aktif, yakni tidak sedang melaksanakan tugas atau izin belajar lanjut.

Kanti Pertiwi, Universitas Indonesia; Astri Ferdiana, Universitas Mataram, dan Shofwan Al Banna Choiruzzad, Universitas Indonesia

Media kerap memotret profesi dosen sebagai pekerjaan yang menjanjikan secara finansial. Namun hal ini ini sangat bertentangan dengan apa yang disuarakan oleh para dosen.

Di tengah tuntutan yang semakin meningkat seiring keharusan universitas mengikuti logika pasar, menumpuknya beban administrasi, serta syarat kualifikasi yang semakin tinggi bagi akademisi, tingkat kesejahteraan dosen di Indonesia adalah isu yang masih belum benar-benar dituntaskan.

Di Indonesia, ada sekitar 300 ribu dosen yang tersebar di sekitar 4.600 perguruan tinggi dengan bermacam-macam status kepegawaian dan ikatan kerja. Keberagaman ini kerap menyebabkan ketidakjelasan mengenai standar pengupahan mereka.

Tanpa rujukan yang jelas, dosen berada dalam posisi rawan untuk digaji di bawah standar upah minimum masing-masing daerah.

Sayangnya, hingga kini, kita masih kesulitan membaca fenomena ini karena belum ada data tentang penghasilan dosen di Indonesia yang bisa menjadi rujukan awal untuk membedah persoalan.

Oleh karena itu, kami melakukan studi untuk mencoba mengisi kesenjangan tersebut. Tim kami - yang terdiri dari akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Mataram (Unram) - berupaya memetakan kondisi kesejahteraan dosen melalui sebuah survei nasional yang kami luncurkan secara daring pada April 2023.

Survei kami diikuti hampir 1.200 partisipan dosen aktif, yakni tidak sedang melaksanakan tugas atau izin belajar lanjut.

Secara gender, mereka berimbang antara perempuan dan laki-laki, dengan mayoritas berada di rentang usia 26-40 tahun (80,6%). Sebagian besar berpendidikan terakhir S2 (82,2%) dan telah bekerja selama 0-10 tahun (79,8%).

Berikut merupakan temuan-temuan utama dalam survei kami.

Upah dosen masih jauh dari layak

Secara umum, dosen menerima pendapatan yang relatif tetap dari institusinya. Ini bisa terdiri dari gaji pokok, tunjangan fungsional, tunjangan profesi, dan beragam jenis honor (seperti honor mengajar, membimbing, praktikum dan sebagainya). Dosen yang memiliki jabatan di universitas, juga mendapatkan tambahan dari tunjangan jabatan struktural.

Sebanyak 42,9% dosen menerima pendapatan tetap di bawah Rp 3 juta per bulan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.