Dipuji, Peran Raja Charles Bangun Hubungan dengan Indonesia

Senin, 08 Mei 2023, 00:00 WIB

JAKARTA - Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins, memuji peran Raja Charles III dalam membangun hubungan dengan negara lain, termasuk Indonesia. Keluarga kerajaan selalu menjadi diplomat yang paling dicontoh dan terkenal dengan perannya yang luar biasa dalam membangun hubungan persahabatan dengan negara lain.

Demikian dikatakan Jenkins dalam pesan video yang diunggah di akun Instagram Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Sabtu (6/5). Video itu diunggah tepat pada hari penobatan Charles III sebagai Raja Inggris dalam sebuah upacara megah dan bersejarah di Westminster Abbey.

Ket. Foto: Raja Charles III melambaikan tangan saat meninggalkan balkon Istana Buckingham, London. — Sumber: ISTIMEWA

Seperti dikutip dari Antara, Jenkins menuturkan pada 2008, Charles yang pada saat itu masih sebagai Pangeran Wales, berkunjung ke Indonesia. Kunjungan itu bertujuan mendorong pemahaman yang lebih baik antaragama dan mempromosikan masa depan rendah karbon yang berkelanjutan, serta mengembangkan kesempatan kerja bagi kaum muda.

Kala itu, Pangeran Wales memberikan presidential lecture di Jakarta. Dia juga sempat mengunjungi Yogyakarta dan Jambi.

Jalin Hubungan Erat

Menurut Jenkins, Pangeran Wales yang kemudian naik takhta dengan gelar Raja Charles III, telah menjalin hubungan erat dengan banyak organisasi, secara umum mendukung mengatasi isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan, masyarakat perdesaan, lingkungan binaan, seni, kesehatan, dan pendidikan.

"Tantangan tersebut sangat berkaitan erat dengan apa yang kami lakukan di sini. Pekerjaan dan kemitraan kami dengan Indonesia ditentukan oleh layanan publik dan pemahaman internasional sehingga penting bagi kami untuk dapat berkontribusi menyelesaikan masalah-masalah yang telah dibicarakan oleh Yang Mulia Raja," ujar Jenkins.

"Penobatan Yang Mulia Raja Charles III akan menjadi lebih istimewa karena hal-hal penting tersebut," tutur dia.

Charles Philip Arthur George dinobatkan sebagai raja Inggris dan 14 negara Persemakmuran, Charles III, Sabtu (6/5). Prosesi pelantikan tersebut menjadi penobatan pertama Inggris selama 70 tahun, dalam upacara yang sarat dengan ritual.

Dikutip dari France 24, setelah seumur hidup menyandang status pewaris mendiang ibunya, Ratu Elizabeth II, Charles (74 tahun), menjadi penguasa tertua yang belum dinobatkan di Westminster Abbey London.

Pada pukul 12.02 siang (11.02 GMT), Uskup Agung Canterbury Justin Welby menempatkan Mahkota St Edward yang terbuat dari emas padat di kepala Charles, sebagai simbol suci dan kuno dari otoritas raja. Welby juga menobatkan istri Charles, Ratu Camilla (75 tahun).

Teriakan "God Save the King" terdengar dari 2.300 anggota jemaat, termasuk bangsawan asing dan pemimpin politik.

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, yang dalam upacara itu diwakili oleh Ibu Negara, Jill Biden, mencuit ucapan selamat dan memberikan penghormatan untuk "persahabatan abadi" antara AS dan Inggris.

Setelah kembali ke Istana Buckingham dalam parade kereta kuda kedua hari itu, seluruh keluarga kerajaan muncul di balkon Istana Buckingham untuk menyaksikan pertunjukan udara dan menyapa puluhan ribu orang yang hadir. Sebagian telah berkemah selama berhari-hari di lokasi tersebut.

Namun, tidak semua orang bergabung dalam perayaan itu. Sesaat sebelum penobatan, kepolisian London menangkap puluhan pengunjuk rasa dan menindak kelompok aksi yang menentang keberadaan monarki Inggris.

Gerakan anti-monarki Republik, yang menginginkan kepala negara terpilih, mengatakan enam anggotanya ditahan, sementara gerakan iklim, Just Stop Oil, mengatakan 19 aktivisnya ditahan.

Sementara itu, lusinan aktivis Republik mengangkat spanduk tinggi-tinggi di sepanjang rute prosesi, menyatakan "Bukan Rajaku".

Selain menjadi penobatan pertama sejak Ratu Elizabeth II pada 1953, upacara itu adalah yang pertama dari seorang raja sejak tahun 1937. Itu hanya yang kedua yang disiarkan televisi, dan yang pertama dalam tayangan berwarna dan streaming online.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.