Cegah Kulit Rusak, Ini Pentingnya Penggunaan Tabir Surya untuk Kesehatan
Jumat, 28 Apr 2023, 14:40 WIBDokter spesialis penyakit kulit dan kelamin, Marsha Bianti mengingatkan pentingnya tabir surya untuk melindungi kulit dari radiasi sinar ultraviolet (UV). Sebab, sinar UV sangat berbahaya bagi kesehatan kulit.
"Sinar UV yang sampai ke bumi itu ada UV A dan UV B yang mana bisa menyebabkan beberapa kelainan kulit yang berbahaya. Seperti kanker kulit yang sangat erat hubungannya dengan (paparan) sinar UV," kata Marsha, dikutip dari Antara, Jumat (28/4).
Marsha menambahkan, sinar UV A dan UV B berbahaya bagi kesehatan kulit. Karena itu, muncul imbauan menggunakan tabir surya ketika Indonesia dilanda hawa panas dan paparan sinar UV yang tinggi belakangan ini.
"Karena paparan sinar UV tinggi makanya banyak rekomendasi untuk menggunakan tabir surya. Itu bertujuan untuk menangkal sinar UV sehingga tidak menyebabkan kerusakan kulit," ucapnya.
Ia menjelaskan, paparan sinar UV bisa mengenai kulit bagian mana saja selama bagian kulit tersebut terkena paparan langsung sinar UV.
"Tapi, seringnya kita menggunakan pakaian yang lumayan memblokir sinar UV. Jadi, mungkin ada bagian-bagian yang tidak separah bagian yang terpapar sinar UV. Tapi, pada dasarnya semua bagian kulit itu bisa mengalami kerusakan akibat sinar UV," ujar Marsha.
Jika kulit terpapar sinar UV yang tinggi maka efek akut atau jangka pendek yang bisa muncul adalah kulit terbakar sinar matahari, yang bisa menyebabkan keluhan seperti kulit terasa perih dan memerah.
Sementara, jika terpapar secara terus menerus maka akan terjadi kerusakan atau degenerasi sel kulit yang dapat menyebabkan tumor jinak seperti keratosis seboroik atau benjolan hitam pada kulit, bercak hitam akibat sinar matahari, penuaan kulit, hingga yang paling berbahaya adalah munculnya tumor ganas seperti kanker kulit.
Marsha pun menganjurkan untuk menggunakan tabir surya yang mengandung SPF dan PA++ untuk mendapatkan perlindungan maksimal dari paparan sinar UV A dan UV B.
"Kita harus memilih tabir surya yang ada dua-duanya, selain SPF juga harus ada yang mengandung PA++," tuturnya
Seperti diketahui, Sun Protection Factor (SPF) adalah pelindung yang terkandung dalam tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV B. SPF memiliki beberapa jenis seperti SPF 15, SPF 30, SPF 50, dan SPF 100. Angka dalam berbagai jenis SPF merupakan indikator efektivitas dan ketahanan tabir surya dalam melindungi kulit dari paparan sinar UV B. Marsha menganjurkan untuk menggunakan tabir surya dengan kandungan SPF 50 di tengah kondisi paparan sinar UV tinggi seperti saat ini.
Sementara Protection Grade of UVA (PA) merupakan pelindung dalam tabir surya yang melindungi kulit dari paparan sinar UV A. Semakin banyak tanda "+" maka efek perlindungan kulit dari sinar UV A akan lebih baik. Selain menggunakan tabir surya, Marsha juga menghimbau masyarakat untuk menghindari terlalu sering aktivitas di luar ruangan dan memakai pelindung tambahan seperti topi, kacamata hitam, dan pakaian berlengan panjang.
Berita Terkait:
-
Jalur KRL Cikampek dan Sukabumi Mulai Digeber 2026, Cek Rutenya di Sini
-
Tabrak Kendaraan di Landasan Bandara New York, Pilot dan Kopilot Air Canada Tewas
-
Bupati Banyumas Dorong Kepala Sekolah Melek Digital dan Inovatif
-
Mendag Buka Data: Ribuan Pengaduan Konsumen Jadi Alarm Perdagangan Nasional
-
Budaya dan Wisata Singkawang Tampil di Ajang Timeless Harmony
-
Airlangga: Jepang Berperan Penting Bangun Ekosistem Industri Otomotif Indonesia
-
Menperin Dorong Investasi demi Perkuat Struktur Industri Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.