Tetap Waspada, Ahli: Subvarian Baru Covid-19 Ingatkan Masih Perlu Disiplin Prokes

Kamis, 27 Apr 2023, 21:48 WIB

Jakarta - Tetap waspada. Ahli Epidemiologi Lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dr Yudhi Wibowo mengatakan kemunculan subvarian baru Covid-19 XBB.1.16 atau Arcturus mengingatkan masih perlunya penerapan protokol kesehatan.

"Kemunculan subvarian baru mengingatkan bahwa masyarakat masih perlu menerapkan disiplin protokol kesehatan, terutama penggunaan masker dengan cara yang baik dan benar," kata diaketika dihubungi dari Jakarta, Kamis.

Ket. Foto: Foto masker kesehatan. — Sumber: ANTARA/Wuryanti Puspitasari.

Pengajar Fakultas Kedokteran Unsoed Purwokerto, Jawa Tengahitu, menambahkan selain disiplin menerapkan protokol kesehatan, masyarakat juga harus melengkapi diri dengan vaksinasi Covid-19 hingga dosis penguat.

"Bagi mereka yang belum mendapatkan dosis penguat, dianjurkan untuk segara melengkapi diri dengan vaksinasibooster(penguat) pertama danboosterkedua," katanya.

Vaksinasi Covid-19, kata dia, bermanfaat untuk memberikan perlindungan dari risiko gejala berat dan risiko rawat inap bagi masyarakat yang telah divaksin lengkap.

"Perpaduan antara disiplin penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi akan menjadi kunci utama dalam mencegah risiko penularan Covid-19," katanya.

Kendati kasus Covid-19 telah terkendali, katanya, pandemi Covid-19 belum berakhir sehingga masyarakat masih tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.

"Segera periksakan diri jika merasakan gejala Covid-19, seperti demam, batuk, dan sesak napas, selain itu segera lakukan isolasi diri dan hubungi fasilitas kesehatan setempat untuk melakukan tes Covid-19," katanya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakanArcturus atau XBB.1.16 yang menular menjadi pemicu kenaikan Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir di Indonesia.

Gejala dari varian tersebut antara lain mata merah atau muncul belek pada anak-anak, demam atau menggigil, batuk, sesak napas atau kesulitan bernapas, kelelahan, nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, kehilangan rasa atau bau, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, mual atau muntah, dan diare.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kearifan Lokal Jadi Mesin Cuan, Produk Solok dari Rendang hingga Tikar Pandan Mulai Kuasai Pasar Nasional

IHSG Hari Ini Terkoreksi, Investor Pilih Diam Menanti Sinyal The Fed di Jackson Hole

Pantau dari Langit, Lanud Sjamsudin Noor Dukung Patroli Udara Helikopter Caracal TNI AU Tangani Karhutla Kalsel.

KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa

Sapa Warga Pondok Cabe Ilir, PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan dan Promo Tambah Daya.

BRIN Kaji Pemanfaatan Singkong untuk Solusi Penanganan Karhutla

BPJS Kesehatan Jakut Maksimalkan Layanan Keliling

KLH Segel Lahan 1.500 Hektare di Kalimantan Barat Terkait Karhutla

Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

BPJS Kesehatan Ungkap Peserta JKN Dapat Layanan Tanpa Biaya Tambahan

KJRI New York Gandeng Pola Raya, Siap Dorong Arsitek & Proyek RI Tembus Pasar Global

Raja Norwegia, Harald V, Wafat pada Usia 89 Tahun

Telin Buka Empat Kerja Sama Strategis di BATIC 2026, Perkuat Konektivitas Digital Global

Pelaku Pembuang Air Aki ke Sungai Diidentifikasi dan Akan Ditindak Tegas DLHK Depok

Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Pergudangan Taman Tekno Menyusul Digulungnya Sindikat Uang Palsu

Gubernur Pramono Kukuhkan Fauzi Bowo Sebagai Ketua Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi

Soal Pejabat BI Baru, OJK: Makin Banyak Perempuan di Posisi sStrategis

Polres Lumajang Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Semeru dengan Kayu dan Ranting Pohon

Atasi Kekeringan dan Polusi Udara, Pemprov DKI dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Belitung Diprakirakan BMKG Berpotensi Alami Musim Kemarau hingga November 2026

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.