Mencermati Data Manufaktur AS

Kamis, 27 Apr 2023, 10:46 WIB

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah meskipun bersifat terbatas, hari ini (27/4). Peluang pelemahan makin terbuka apabila data manufaktur Amerika Serikat (AS) yang dirilis menguat sesuai ekspektasi pasar sehingga mendorong penguatan dollar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (27/4), bergerak di kisaran 14.800 - 14.900 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah terbatas.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dollar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan Rabu (26/4), menguat 103 poin atau 0,69 persen dari Selasa (18/4), menjadi 14.836 rupiah per dollar AS karena ditopang minat investor yang masih tinggi untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN).

"Sentimen positif adalah minat yang masih tinggi pada SBN, imbal hasil obligasi 10 tahun kembali turun ke 6,622 persen," kata analis DCFX Futures Lukman Leong, di Jakarta.

Dia menuturkan investor banyak memburu SBN sebagai investasi dengan tingkat pengembalian yang menarik dan ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang masih relatif lebih kuat dan cadangan devisa yang akan terus meningkat.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen pada triwulan II 2023 dibanding periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), setelah perkiraan 5 persen (yoy) pada kuartal I tahun 2023.

Dengan perkiraan itu, secara keseluruhan tahun 2023 perekonomian domestik kemungkinan akan tumbuh bias ke atas pada proyeksi BI dalam rentang 4,5 persen (yoy) sampai 5,3 persen (yoy) atau tepatnya kemungkinan sekitar 5,1 persen (yoy).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.