• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Elon Musk akan Ciptakan 'T...

Elon Musk akan Ciptakan 'TruthGPT' untuk Melawan Bias AI

Selasa, 18 Apr 2023, 15:09 WIB

Miliarder Elon Musk membunyikan lonceng peringatan tentang bahaya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bagi umat manusia, dan mengklaim chatbot populer memiliki bias liberal yang akan ia lawan dengan AI kreasinya sendiri.

Dikutip Associated Press, Musk mengatakan kepada pembawa acara Fox News Tucker Carlson dalam segmen yang ditayangkan Senin (17/4) malam, dia berencana membuat alternatif untuk chatbot AI populer ChatGPT yang dia sebut "TruthGPT", dan akan menjadi "AI pencari kebenaran maksimum yang mencoba memahami alam semesta."

Ket. Foto: Elon Musk mengatakan dalam wawancara dengan Fox News, dia berencana membuat alternatif chatbot AI populer ChatGPT yang dia sebut "TruthGPT". — Sumber: AP/Fox News

Idenya adalah, kata Musk, AI yang ingin memahami kemanusiaan cenderung tidak akan menghancurkannya.

Musk juga mengaku khawatir ChatGPT "dilatih untuk benar secara politis".

Dalam wawancara tersebut, Musk juga mengadvokasi regulasi kecerdasan buatan, dengan mengatakan dia adalah "penggemar berat".Dia menyebut AI "lebih berbahaya" daripada mobil atau roket dan berpotensi menghancurkan umat manusia.

Terpisah, Musk telah memasukkan bisnis baru bernama X.AI Corp, menurut pengajuan bisnis Nevada.Situs web kantor sekretaris negara bagian Nevada mengatakan, bisnis itu dibentuk pada 9 Maret dan mencantumkan Musk sebagai direkturnya dan penasihat lamanya, Jared Birchall, sebagai sekretaris.

Musk selama bertahun-tahun menyatakan pendapat yang kuat tentang kecerdasan buatan dan telah memecat pemimpin teknologi lainnya, termasuk Mark Zuckerberg dan Bill Gates, karena memiliki pemahaman "terbatas" di lapangan.

Musk adalah investor awal OpenAI, perusahaan rintisan di belakang ChatGPT, dan menjadi salah satu ketua dewannya setelah didirikan pada 2015 sebagai laboratorium penelitian AI nirlaba.Tetapi Musk hanya bertahan selama beberapa tahun, lalu mengundurkan diri dari dewan pada awal 2018 dalam sebuah langkah yang terkait dengan startup San Francisco dengan pekerjaan Tesla dalam membangun sistem mengemudi otomatis.

"Karena Tesla terus menjadi lebih fokus pada AI, ini akan menghilangkan potensi konflik di masa depan untuk Elon," kata OpenAI dalam unggahan blog pada Februari 2018.

"Saya datang dengan nama dan konsepnya," kata Musk kepada Carlson. Ia menyesalkan OpenAI sekarang bekerja sama dengan Microsoft dan tidak lagi menjadi organisasi nirlaba.

Musk menjelaskan alas an kepergiannya pada 2019. Itu juga terkait dengan kebutuhannya untuk fokus pada masalah teknik di Tesla dan beberapa perbedaan pendapat dengan para pemimpin OpenAI."Lebih baik berpisah dengan cara yang baik," katanya.

"Tesla bersaing untuk beberapa orang yang sama dengan OpenAI & saya tidak setuju dengan beberapa hal yang ingin dilakukan oleh tim OpenAI," cuit Musk, tanpa menyebutkan secara spesifik.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.