Berpotensi Melemah Terbatas
Selasa, 18 Apr 2023, 08:20 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah berpotensi melemah lanjutan, hari ini (18/4), jelang libur panjang Lebaran 2023. Pelaku pasar diperkirakan menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).
Pasar berharap BI melakukan pendekatan hawkish atau agresif dalam menentukan kebijakan moneter. Namun, sepertinya bank sentral diperkirakan cenderung mempertahankan kebijakan BI 7 Day Reverse Repo Rate ( BI 7DRRR).
Karenanya, Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (18/4), bergerak di kisaran 14.700-14.900 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah terbatas.
Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan Senin (17/4), melemah 89 poin atau 0,61 persen dari akhir pekan lalu menjadi 14.794 rupiah per dollar AS. Pelemahan terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya untuk melawan inflasi.
"Untuk pergerakan USDIDR hari ini ditopang oleh sentimen potensi kenaikan nilai suku bunga The Fed yang disampaikan oleh gubernur The Fed menyusul inflasi AS yang masih jauh dari sasaran," kata analis ICDX Revandra Aritama di Jakarta.
Revandra menuturkan potensi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin disebut mampu mendorong penurunan inflasi lebih lanjut untuk semakin mendekati target 2 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
RI Dorong Kemandirian Plastik
-
ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata
-
IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
-
Prancis Ancaman Nyata Tim Thomas di Babak Grup
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
-
Disiplin Jadi Senjata Atlet Pelatnas Soft Tennis Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.