Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kacang Umpet, Kekayaan Kuliner Lokal Kepuh Gunungkidul

📅 Jumat, 14 Apr 2023, 21:49 WIB | Oleh:
Kacang Umpet, Kekayaan Kuliner Lokal Kepuh Gunungkidul Doc: Istimewa
Ket. Kacang umpet mentah.

YOGYAKARTA - Kacang tanah merupakan salah satu hasil bumi Gunungkidul yang terkenal. Kacang tanah memiliki banyak manfaat, di antaranya mengurangi risiko kanker, mencegah pembentukan batu empedu, untuk menjaga kesehatan jantung, mengendalikan kadar gula darah serta membantu menurunkan berat badan.

Selama ini pengolahan kacang hanya semata direbus atau digoreng, namun mahasiswa KKN Vokasi UNY di Dusun Kepuh, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul mengolahnya menjadi sesuatu yang berbeda dengan dibuat kacang umpet.

Menurut siaran persnya, Ketua Kelompok KKN Vokasi Kepuh, Afifah Nur Adila mengatakan kacang tanah merupakan salah satu kekayaan bahan pangan lokal yang cukup melimpah di Kepuh.

"Produksi kacang umpet ini diinisiasi oleh ibu ibu dusun Kepuh yang tergabung di dalam UMKM Amanah," kata Afifah.

Dalam pelaksanaan produksi UMKM ini masih terbilang sederhana yakni menggunakan peralatan manual pada tahapan pembentukan kulit pangsit dan pengemasannya. Selain itu produk kacang umpet yang dihasilkan hanya memiliki satu varian rasa yaitu manis.

Oleh karena itu kelompok KKN Vokasi kelompok 3 berinisiatif untuk menambah varian rasa dari kacang umpet ini menjadi rasa pedas manis. Mahasiswa yang melakukan KKN di desa ini adalah Amita Rojaina Rosyifa, Astie Janati Aliyah, Dianita Rizki Utami, Farah Azizah, Muarifa Alfiana Munawaroh, Oscar Pasca Alvin, Putri Ayuning Purnama Sari, Siti Aisyah Sekar Arum, Sri Rahma Diandra Sufi dan Yumna Amru Pranovta yang semuanya dari prodi D4 Teknik Boga Fakultas Vokasi Kampus UNY Gunungkidul.

Putri Ayuning Purnama Sari mengatakan resep yang digunakan dalam pembuatan kacang umpet rasa pedas manis ini adalah yang pertama bahan kulit menggunakan tepung terigu, tepung kanji, garam, minyak goreng, dan air hangat.

"Sedangkan untuk bahan pembuatan varian rasa pedas manis yang digunakan adalah cabai merah, bawang merah, gula merah, dan garam" katanya.

Untuk bahan kulit diperlukan 500 gr tepung gandum, 40 gr tepung kanji, garam secukupnya, penyedap secukupnya, 3 - 4 sdm minyak goreng dan 300 ml air panas untuk campuran hingga adonan empuk dengan bahan isian kacang yang disangrai terlebih dahulu agar tidak meletup letup.

Untuk bahan perasa manis perlu 200 gr gula dan 300 ml air panas. Sedangkan bahan perasa manis pedas perlu 100 gram cabai merah, 5 siung bawang putih, 5 siung bawang merah, 3 buah gula merah, air asam Jawa secukupnya, daun jeruk secukupnya, garam 1 ½ sdm dan gula pasir 3 sdm.

Cara membuatnya sangrai kacang tanah, sisihkan. Sementara itu buat adonan kulit, pipihkan menggunakan penggiling dan potong adonan kulit menjadi bagian persegi kecil. Ambil satu potongan kulit, masukkan kacang, gulung kulit secara diagonal, olesi ujung kulit dengan air untuk merekatkan. Ulangi hingga adonan kulit habis lalu goreng kacang umpet bersama dengan larutan gula hingga mengering. Kacang umpet siap dikonsumsi.

Disamping pembuatan inovasi rasa kacang umpet, kelompok KKN UNY juga memberikan pendampingan dalam pembuatan foto produk. Produk dikemas menggunakan packaging yang lebih menarik yaitu berupa toples serta ditambah dengan pemberian stiker atau label produk dengan mencantumkan desain logo yang telah dibuat untuk meningkatkan nilai jual dari produk kacang umpet.

Kepala Dukuh Kepuh, Slamet merasa gembira dengan adanya pelatihan ini. Menurutnya selama ini pembuatan kacang umpet oleh UMKM Amanah hanya menunggu adanya pesanan sehingga hanya berproduksi tentative. Harapannya dengan pelatihan ini UMKM Amanah dapat kontinyu memproduksi kacang umpet sehingga dapat menambah pendapatan warga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.