Deglobalisasi Harus Segera Disikapi

Sabtu, 08 Apr 2023, 00:03 WIB

JAKARTA - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus segera menyikapi tantangan ketidakpastian ekonomi global tahun ini, terutama yang datang dari luar atau faktor eksternal. Salah satunya adalah deglobalisasi dengan meng-onshore-kan atau mengembalikan semua investasi ke Amerika Serikat (AS).

Hal itu ditengarai bakal dilakukan AS melalui usulan kebijakan yang disebut inflation reduction act. Rancangan undang-undang tersebut akan fokus menurunkan inflasi. Oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, konten regulasi tersebut untuk melakukan deglobalisasi.

Ket. Foto: Bank Indonesia — Sumber: ISTIMEWA

Hal itu agar AS tindak bergantung ke Tiongkok yang hubungan dagang dan investasinya sangat luar biasa. Dua raksasa ekonomi dunia itu, katanya, akan memengaruhi arus modal bergerak karena tidak lagi ditetapkan oleh insentif ekonomi semata, tapi juga insentif dari sisi keamanan.

Menanggapi isu deglobalisasi itu, Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomi (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo, mengatakan di tengah tantangan geopolitik yang memengaruhi ekonomi, Indonesia seharusnya fokus pada keunggulan komparatif dan kompetitif di dalam negeri yang ditopang dengan perbaikan fasilitasi investasi.

"Hak Guna Bangunan kita masih konservatif 30 tahun saja, sementara Tiongkok sudah sampai 100 tahun. Indeks persepsi kita drop jauh, jadi kita semestinya fokus pada faktor-faktor yang dalam kendali kita," kata Susilo.

Pernyataan Menkeu, kata Susilo, akan terjadi pembalikan modal besar-besaran ke AS tidak perlu terlalu dikhawatirkan Indonesia. Sebab, bagaimanapun uang akan mengejar keuntungan.

"Selama ini, Tiongkok menjadi daya tarik utama bagi modal Amerika karena memiliki buruh murah dengan produktivitas tinggi, pasar yang besar, dan stabilitas politik keamanan yang terjaga. Indonesia memiliki kelebihan bahan baku yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain, sehingga tidak akan mudah untuk menarik uang besar-besaran kembali ke rumahnya," kata Susilo.

Hal yang penting dilakukan adalah memperbaiki fasilitasi pada investasi sehingga bahan baku yang menjadi keunggulan kompetitif Indonesia bisa berjalan proses hilirisasinya.

"Kalau perizinan mudah, hukum dan keamanan terjaga, masak modal dunia tidak mau masuk," katanya.

Sementara itu, pakar ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan ekonomi Inflation reduction act ini terkait dengan kebijakan Friendshoring.

Salah satu upaya mengurangi inflasi dengan menangkap peluang investasi dari AS lewat Friendshoring, karena investasi dari mereka menawarkan tax credit.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.