PM Anwar: Malaysia Siap Bernegosiasi dengan Tiongkok

Selasa, 04 Apr 2023, 02:35 WIB

KUALA LUMPUR- Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Senin (3/4) mengatakan bahwa Malaysia siap untuk merundingkan sengketa Laut Tiongkok Selatan (LTS) dengan Beijing untuk mengamankan upaya eksplorasi energi negara itu.

Tiongkok saat ini mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh LTS yang merupakan jalur air strategis yang dilalui perdagangan senilai triliunan dollar setiap tahun, meskipun ada keputusan pengadilan internasional bahwa pernyataan Beijing tidak memiliki dasar hukum.

Ket. Foto: Pernyataan Anwar l PM Malaysia, Anwar Ibrahim, saat melakukan inspeksi pasukan ketika kunjungan resmi ke Thailand pada 9 Februari lalu. Pada Senin (3/4), PM Anwar menyatakan bahwa  Malaysia siap untuk merundingkan sengketa LTS dengan Tiongkok. — Sumber: AFP/Lillian SUWANRUMPHA

Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei, semuanya memiliki klaim yang tumpang tindih di laut tersebut, sementara Amerika Serikat (AS) mengirimkan kapal angkatan laut untuk melintas di LTS untuk menegaskan kebebasan navigasi di perairan internasional.

PM Anwar, yang sedang berkunjung ke Beijing baru-baru ini, mengatakan masalah sensitif itu diangkat pada pertemuan dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, karena perusahaan energi milik negara, Petronas, memiliki anjungan minyak terbesar di wilayah yang disengketakan, serta beberapa proyek eksplorasi.

"Saya katakan, sebagai negara kecil kita membutuhkan sumber daya, (seperti) minyak dan gas, kita harus melanjutkan (proyek eksplorasi)," kata PM Anwar dalam pidato bulanan kepada staf di Kantor PM.

"Tapi kalau syaratnya harus ada negosiasi, maka kami siap untuk negosiasi," imbuh dia, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang percakapannya dengan Xi.

Sambil menegaskan klaim mereka di LTS, otoritas Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir telah menggenjot pengembangan pulau buatannya, termasuk melengkapi beberapa dengan fasilitas militer dan landasan pacu. Negara-negara regional juga menuduh kapal Tiongkok melecehkan kapal penangkap ikan mereka.

Pada 2021, Malaysia memanggil utusan Beijing untuk memprotes setelah kapal Tiongkok memasuki zona ekonomi maritimnya di laut yang disengketakan. Awal tahun itu, Malaysia juga mengerahkan jet tempur untuk mencegat 16 pesawat militer Tiongkok yang muncul di lepas pantai Kalimantan di atas LTS.

Pangkalan Militer Filipina

Sementara itu dari Manila dilaporkan bahwa Filipina pada Senin mengumumkan lokasi empat pangkalan militer tambahan yang bisa digunakan oleh pasukan AS, dengan satu lokasi di dekat LTS yang dipersengketakan dan satu lagi tidak jauh dari Taiwan.

Pada Februari lalu, AS dan Filipina sepakat untuk memperluas kerja sama di kawasan strategis Filipina setelah Manila berusaha untuk melawan kian tumbuhnya kekuatan Tiongkok dengan pembangunan pangkalan di LTS.

Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang Ditingkatkan 2014 yang dikenal sebagai EDCA, akan memberi pasukan AS akses ke 5 pangkalan Filipina. Akses itu diperluas menjadi 9, namun lokasi dari 4 pangkalan tambahan dirahasiakan hingga Senin. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.