Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wakil Ketua MPR Usulkan 3 April Diperingati sebagai Hari NKRI

📅 Senin, 03 Apr 2023, 12:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wakil Ketua MPR Usulkan 3 April Diperingati sebagai Hari NKRI Doc: antarafoto
Ket. Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid

JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengusulkan agar 3 April diperingati sebagai Hari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mengingat pada 3 April 1950 ada penyampaian Mosi Integral yang mengoreksi Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Republik Indonesia (RI).

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (3/4), Hidayat Nur Wahid mengatakan penyampaian Mosi Integral oleh Ketua Fraksi Partai Islam Masyumi M. Natsir dalam Rapat Paripurna DPR Republik Indonesia Serikat (RIS) itu meminta perubahan agar RIS yang dihadirkan oleh Belanda dikembalikan menjadi Republik Indonesia (RI) atau Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Penetapan Hari NKRI ini sangat perlu dan strategis, karena sekali pun belakangan menggema dengan lantang teriakan 'NKRI harga mati', peristiwa bersejarah Mosi Integral 3 April 1950 oleh M. Natsir yang sukses jadi tonggak lahirnya kembali NKRI banyak tidak diketahui atau dilupakan oleh khalayak ramai," kata Hidayat.

Selain itu, Hidayat menilai penetapan Hari NKRI merupakan wujud komitmen bersama bangsa Indonesia untuk terus menguatkan ingatan kolektif terhadap sejarah perjuangan lahirnya kembali NKRI agar setiap warga negara secara bersama-sama dapat menjaga dan memajukan NKRI.

Menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden Joko Widodo, lanjutnya, penetapan Hari NKRI dapat menjadi warisan yang baik dari kepemimpinan Jokowi.

"Jadi, sekarang menjelang akhir masa jabatan Presiden Jokowi, sudah saatnya presiden meninggalkan warisan dengan menerbitkan keputusan presiden untuk menetapkan 3 April sebagai Hari NKRI," jelasnya.

Dia juga menilai penetapan Hari NKRI tidak hanya untuk kepentingan seremonial, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan ingatan kolektif dan komitmen semua warga bangsa Indonesia untuk terus merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa, sebagaimana ketentuan sila ke-3 Pancasila.

Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, tambahnya, bangsa Indonesia seakan terpolarisasi dan terbelah akibat perbedaan pilihan politik di dalam pemilu atau pilpres.

"Maka, harus ada upaya ekstra untuk merekatkan kembali persatuan bangsa Indonesia ini. Salah satunya, ya, meneladani kenegarawanan bapak-bapak bangsa yang sukses atasi pembelahan yang dilakukan kolonial Belanda dengan mengubah RI yang menjadi terpecah ke dalam 16 negara RIS kembali menjadi NKRI," kata Hidayat.

Penetapan Hari NKRI pada 3 April juga dapat menjawab kesalahpahaman sejumlah kalangan terkait dengan hubungan negara dan agama, terutama Islam.

"Di Indonesia ini, ada yang berpaham Islamophobia dan Indonesiaphobia. Islamophobia adalah yang selalu sentimen negatif, bahkan bisa antipati dengan Islam dan ingin memisahkan negara dan agama. Sementara itu, Indonesiaphobia adalah mereka yang kerap mengkafirkan Indonesia karena dinilai tidak sesuai syariat Islam," ujar Hidayat Nur Wahid.

Melalui Mosi Integral, M. Natsir yang dikenal juga sebagai agamawan sekaligus politikus membuktikan bahwa beragama dan memperjuangkan cita-cita Indonesia menjadi menjadi NKRI adalah kesatuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.