Pelaku Mutilasi di Sleman Berpotensi Ulangi Perbuatan
Senin, 03 Apr 2023, 15:46 WIBYOGYAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan HP (23), tersangka kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang wanita di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, memiliki risiko mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
Hal tersebut disampaikan Wadir Reskrimum Polda DIY AKBP K Tri Panungko, di Mapolda DIY, Sleman, Senin, berdasarkan hasil pemeriksaan ahli psikologi forensik terhadap HP.
"Pada diri tersangka atau pelaku cukup memenuhi unsur memiliki risiko bahaya mengulangi perilakunya," kata dia.
Ia mengatakan tersangka HP dinyatakan tidak memiliki gangguan psikologi sehingga proses hukum dapat berlangsung lebih lanjut.
Namun demikian, Tri mengatakan karena berisiko mengulangi perbuatannya lagi maka tersangka tetap memerlukan pendampingan psikolog selama proses hukum berjalan.
"Tetap proses hukum berjalan tapi tentunya kita akan meminta ahli psikologi forensik untuk tetap mendampingi yang bersangkutan," ujar dia.
Hasil pemeriksaan psikologi forensik mengonfirmasi bahwa HP melakukan pembunuhan disertai mutilasi atas dasar motif ekonomi.
Dorongan ekonomi itu dirangsang terus menerus melalui aktivitas tersangka yang rutin bermain judi 'online'.
Sebelumnya, polisi menyebut motif HP melakukan pembunuhan karena ingin menguasai harta korban untuk membayar utang tersangka di tiga aplikasi pinjaman "online" sebesar total Rp8 juta.
"Kami terus gali terkait pinjaman 'online' tersebut yang menjadi pemicu pelaku melakukan tindak pembunuhan. Kami akan terus dalami sejauh mana pinjaman 'online' itu bisa menjadi pemicu pelaku melakukan tindak pidana," kata dia.
Faktor lain yang menstimulasi tersangka berbuat tindak pidana adalah tayangan video pada youtube yang mengulas cara melumpuhkan seseorang hingga meninggal dunia.
"Tersangka melihat tayangan youtube bagaimana cara melumpuhkan seseorang sampai dengan meninggal, jadi ini adanya stimulan-stimulan terhadap tersangka dengan cara menonton youtube dan adanya 'triger' karena terlilit utang akibat sering bermain judi 'online' ," kata dia.
Sementara itu, terkait pemilihan korban berinisial AI sebagai sasaran pembunuhan karena karakteristiknya memungkinkan tersangka mencapai tujuannya.
"Korban ini sudah pernah menawarkan diri terhadap pelaku sehingga mungkin secara hubungan sudah sangat dekat dalam berkomunikasi sehingga pelaku terpikirkan korban untuk dijadikan korbannya," ujar Tri Panungko.
Sebelumnya, mayat seorang perempuan ditemukan dalam kondisi dimutilasi di dalam kamar salah satu penginapan di Dusun Purwodadi, Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Minggu (19/3) malam.
Jenazah perempuan tersebut diketahui berinisial AI (35), warga Kota Yogyakarta.
Pada Selasa 21 Maret 2023 polisi berhasil menangkap tersangka HP yang merupakan pekerja harian lepas jasa persewaan tenda di rumah kerabatnya di Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Kunjungi Kebun Tebenan, Dewan Komisaris PTPN I Kawal Fungsi Pengawasan
-
Panen Perdana Melon Premium di Sleman, Tanah Kas Kalurahan Kini Hasilkan Nilai Ekonomi
-
IHSG Hari Ini Bergerak Menguat, Dipicu Kesepakatan Damai AS-Iran
-
Mencari Senjata Baru Melawan Bakteri Super
-
Kebakaran Landa Dua Area Jakarta, 100 Petugas Damkar Dikerahkan
-
Indonesia Masuk 10 Negara dengan Polusi Udara Terburuk di Dunia, Ciputat hingga Sleman Jadi Kota Paling Tercemar
-
Petenis Paraguay Didenda 1 Miliar Rupiah Setelah Singgung Kapasitas Wasit Wanita Prancis Open
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.